Jumat, 19 Oktober 2018

Kasus Pembakaran Portal di Pelalawan, Kesaksian Rasmen Nenggolan Bisa Ringankan Terdakwa

TOPRIAU, PANGKALAN KERINCI - Sidang kasus pembakaran ampang ampang ( portal) di Dusun Toro Desa Lubuk Bunga Kecamatan Ukui Kabupatem Pelalawan sebagai terdakwa Ruben Surbakti Sitepu,Sugianto,Johnson Lumban Gaol alias Toke Marbun digelar Pengadilan Negeri Pelalawan Selasa (25/9) lalu di ruangan Cakra dengan agenda mendengarkan keterangan saksi

Sidang yang dipimpin langsung oleh Ketua PN Pelalawan Nelson Angkat SHMH dan dibantu oleh Hakim Anggota Nurrahmi SH dan Rahmat Hidayat Batubara SH ST MH menghadirkan empat orang saksi masing  Iwan Ginting saksi korban ,Agus Hendra Samosir ,Pati Tarigan dan Risman. Keempatnya dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk dimintai keterangannya,

Namun dalam persidangan tersebut, kesaksian Risman Nenggolan cukup meringankan terhadap terdakwa karena apa yang diterangkan saksi sebelumnya terkesan penuh kepalsuan .

Risman Nenggolan dalam kesaksiannya menjelaskan bahwa untuk pengangkatan Iwan Ginting pengelola ampang ampang adalah dasar keterpaksaan karena masyarakat tidak mau ribut,tekait dengan pembakaran Risman mengakui Hanya tau setelah keesokan harinya.

Lebih jauh Risman mengatakan bahwa Ruben Surbakti Sitepu Sugianto dulu pernah pegang ampang ampang itu murni ditunjuk masyarakat namun semenjak dipegang oleh Iwan Ginting masyarakat mulai resah dan ketakutan karena kelompoknya selalu arogan dan mengancam dengan klewang (parang panjang) bahkan Iwan Ginting pernah tanam sawit di jalan umumnya agar masyarakat patuh sama dia dengan makai simbul berani senggol bacok ( BSB) terangnya.

Menurut salah seorang warga Pangkalan Kerinci berinitial FL kepada wartawan mengatakan ,dari empat  saksi yang dihadirkan JPU dilihat dari pembicaraan dan raut wajahnya hanya Risman Nenggolan yang benar karena dia bicara santai dan tidak terburu-buru bahkan sebelum sidang tidak membaca BAP yang dari Kejaksaan terangnya.

Sementara ke tiga terdakwa dalam persidangan hanya mengakui pernyataan saksi Risman Nenggolan sedangkan kesaksian tiga orang saksi sebelumnya menurutnya penuh rekayasa , terutama Agus Hendra dan Pati Tarigan tuturnya.( Ishar.D)