Selasa, 18 Desember 2018

GAKKUM BPLHK Terkesan Tantang Putusan Hakim

TOPRIAU, PANGKALAN KERINCI - Seharusnya instansi pemerintah taat kepada aturan dan undang undang yang berlaku terlebih lagi terkait dengan putusan pengadilan, kalaulah instansi pemerintah mau menang sendiri seolah olah pengadilan tidak berguna lagi seperti yang terjadi di Pelalawan dalam sidang prapid yang di gelar di PN Pelalawan beberapa waktu lalu yang mana Amar Putusan Hakim Tunggal mengatakan bahwa penangkapan dan penyitaan alat berat milik warga tidak sesuai dengan prosedur dan undang undang yang berlaku maka termohon GAKKUM BPLHK diperintahkan untuk mengembalikan alat berat berupa Ekskavator merek Hitachi kepada Pemohon yakni Arifin Siregar.

Namun sampai detik ini pihak GAKKUM BPLHK tidak mengembalikannya bahkan pada sidang Prapid ke 2 dengan Nomor 04/Pid.Pra/ 2018 dengan hakim tunggal Nurrahmi SH dalam amar putusannya, juga menyatakan penyitaan alat berat warga merek Hitachi tidak memenuhi prosedur.

Dalam putusan ini Hakim Tunggal Nurrahmi SH memerintahkan kepada GAKKUM BPLHK untuk mengembalikan alat berat Merek Hitachi kepada pemiliknya yang dalam perkara ini atas nama Mahyar Purba namun sampai saat ini belum juga di kembalikan.

Dengan tidak dikembalikannya alat berat tersebut membuat pertanyaan besar bagi kita apakah ada putusan yang lebih tinggi di Indonesia selain keputusan Majelis Hakim di persidangan karena putusan prapid apa yang diputuskan hakim itu tidak bisa di lakukan upaya hukum lagi. " Jadi dengan peristiwa ini terkesan GAKKUM BPLHK kangkangi dan remehkan putusan pengadilan negeri Pelalawan", terangnya.

Sementara Majelis Hakim Andry Eswin Sugandi Oetara SH MH dan Nurrahmi SH saat dikonfirmasi mengatakan sebagai Hakim yang ditugaskan sudah memberikan putusan sesuai dengan aturan dan undang-undang yang berlaku."Jika mereka tidak laksanakan putusan kita berarti mereka melakukan perbuatan.melawan hukum", terangnya.

Sementara Penyidik GAKKUM BPLHK kemaren di PN Pelalawan.mengatakan kepada wartawan itu masih dalam proses terangnya.(ishar.D)