Jumat, 19 Oktober 2018

3 Terdakwa Kasus Narkoba Pasrah dengsn Hukuman yang akan Diberikan Hakim

TOPRIAU, PANGKALAN KERINCI- Tiga terdakwa kasus narkoba jenis sabu seberat 20 kg disidangkan di Pengadilan Negeri Pelalawan dengan agenda pemeriksaan terdakwa. Tiga terdakwa tersebut masing Zainudin alias Bro,Faisal alias Sal dan M Apriandi alias RT, mereka mengakui perbuatannya dan pasrah atasi hukuman yang akan diberikan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pelalawan.

Zainuddin  saat dijumpai wartawan usai persidangan mengatakan apapun hukuman yang diberikan kepadanya akan  pasrah. "Saya akui saya bersalah dan menyesal atas perbuatan saya ini,sesuai dengan pemeriksaan tadi apa yang saya sampaikan kepada hakim dan jaksa itulah adanya" terang Bro  Selasa (/10/2018) kemaren.

Sementara' Faisal yang dalam persidangan selalu ceria saat ditanya wartawan hanya menjawab  pikir pikir. "Sudah jelas kita salah ya kita terima apa adanya, menangis kita toh kita dihukum juga yaa kita bawa ketawa aja,soal keterlibatan saya itu karena saya merasa kasihan dengan si Bro juga karena dapat upah Rp 200 juta, uang belum dapat kita sudah ditangkap gimana lagi yaa sudahlah pasrah aja",  terangnya.

M Apriandi alias RT ditempat yang sama mengatakan dirinya menyesal atas perbuatan yang dilakukannya. "Menyesal  saya pak ,berjalannya gak gitu berat tapi hukumannya yaa memang berat sekali pak tapi apa boleh buat udah takdir ,saya hanya disuruh ngambil dan antar barang ,belum semuanya terantar kita buruan tangkap itulah nasib saya pak apapun hukumannya yaa kita terima aja pak", terangnya.

Sementara  Jaksa Penuntut Umum )JPU) Mathalius SH dan Novwandi SH saat di konfirmasi tentang ketiga terdakwa mengatakan, dirinya berterimakasih kepada mereka karena dalam persidangan mereka tidak berbelit belit dan mengakui semua perbuatannya. "In Sya Allah untuk sidang minggu depan kita akan bacakan tuntutannya" terangnya.

Majelis Hakim yang diketuai oleh Melinda Aritonang SH beranggotakan Nurrahmi SH dan Ria Ayu Rosalin SH MH.diakhir persidangan menyampaikan sidang ditunda Minggu depan Selasa 16 Oktober 2018 dengan Agenda pembacaan tuntutan oleh JPU terangnya.( Ishar.D)