Kamis, 15 November 2018

Kasus Penipuan Pembelian Tanah di Desa Makmur Disidangkan, Saksi Tak Punya Bukti Surat Dari BPN Lahan Bermasalah

TOPRIAU, PANGKALAN KERINCI - Kasus penipuan jual beli tanah di Desa Makmur Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelawan dengan terdakwa Hj Yetti Nizar Selasa (6/11/ 2018) kemaren  di sidangkan  Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan dalam agenda mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa penuntut Umum.

Dalam sidang yang digelar di ruangan Sidang Cakra diketuai  langsung oleh Ketua PN Pelalawan Nelson Angkat SH MH ,dan Rahmad Hidayat Batu Bara SH ST MH,rrahmi SH sebagai hakim Anggota, sedangkan  tiga saksi yang diambil sumpah hanya dua saksi yang disidangkan karena sudah larut malam, dua saksi yang disidangkan Martha Agustina Sinaga sebagai saksi korban dan Fuji sebagai saksi yang dalam transaksi sebagai perantara.

Martha Agustina Sinaga dalam kesaksiannya menerangkan bahwa lahan yang dibelinya bermasalah berdasarkan  keterangan dari mulut orang BPN yang tak tau namanya, sedangkan dalam hal urusan jual beli dirinya mengakui diserahkan dan percayakan kepada notaris.

Selain itu juga dalam negosiasi tidak langsung dengan terdakwa melainkan melalui Fuji hanya saja  bertemu saat pembayaran dan waktu di notaris, pada saat pengukuran tanah dirinya  tidak ikut tapi diserahkqn ke notaris dan Fuji.

"Terkait dengan surat keputusan dari BPN  bahwa lahan bermasalah tidak pernah saya terima hanya saja ungkapan dari Notaris dan BPN",  terangnya.

Sementara saksi Fuji sebagai Administrasi di C9 mengakui bahwa dalam pengukuran tidak dihadiri oleh Notaris juga Ibu Martha dan terdakwa tapi hanya dihadiri oleh katanya dari BPN tapi dirinya tidak tau dan kenal dengan orangnya.

"Saya tau itu ada masalah dari mulut orang yang mengukur di lapangan katanya dari BPN,dan juga C9/tidak pernah membayar biaya pengukuran", tuturnya.( Ishar.D)