Kamis, 15 November 2018

Terdakwa Pencabulan Anak Tiri Di Dumai Divonis 15 Tahun

TOPRIAU, DUMAI - Majelis Hakim menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara kepada terdakwa Jufri Siregar (31) yang terbukti bersalah mencabuli anak tirinya. Hukuman itu lebih ringan 2 tahun dari tuntutan jaksa penuntut umum terhadap terdakwa yakni 17 tahun penjara. Pada sidang agenda pembacaan keputusan di Pengadilan Negeri Dumai, Kamis (8/11/18).


Terdakwa Jufri Siregar sebelumnya dituntut Jaksa Penuntut Umum Agung Nugroho SH dengan undang undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak pasal 64 ayat (1) KHUP. 
Majelis hakim Pengadilan Negeri Dumai Hakim ketua, Aziz Muslim SH bersama dua Hakim anggota Sacral Ritonga SH dan Reinaldo Tobing SH memvonis terdakwa dengan hukuman 15 tahun penjara, setelah mendengarkan pledoi terdakwa yang menyatakan menyesali perbuatannya dan memohon keringanan hukuman sedangkan yang meringankan terdakwa karena terdakwa belum pernah dipidana.


Terdakwa ini ditangkap jajaran satuan reskrim polres Dumai pada bulan Mei 2018 di kediamannya jalan Sidomulyo kelurahan guntung kecamatan Medang kampai - Dumai.


Perbuatan terdakwa yang merupakan ayah tiri dari saksi korban memang sungguh biadab dan keji, terdakwa yang seharusnya melindungi putrinya dari ancaman predator anak.


Namun, malah terdakwa tega menjadikan putrinya untuk melampiaskan nafsu. Pengakuan terdakwa sudah berulang kali melakukan hal tidak senonoh kepada putrinya IH yang kini berusia 14 tahun.


Terdakwa sudah lima tahun menjadikan putri tirinya sebagai pemuas nafsu. Terdakwa mengaku awalnya cuma meraba tubuh putri tirinya lantaran tergoda. Warga Medang Kampai, Kota Dumai itu sudah sering mencabuli korban sejak tahun 2013.


Dengan keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri Dumai dengan memvonis terdakwa 15 tahun kurungan penjara ditambah denda 1 milyar rupiah subsider 3 bulan. Terdakwa menyatakan menerima keputusan tersebut, sedangkan JPU juga menerima keputusan mejelis hakim tersebut.


*Dekatra