Kamis, 24 Januari 2019

Sidang Kasus Penipuan Kembali Digelar

TOPRIAU, PANGKALAN KERINCI - Sidang kasus penipuan dengan terdakwa Yetti Nizar yang digelar di Pengadilan Negeri Pelalawan mulai mendapat titik terang mulai dari saksi korban sampai kepada saksi ahli ,dan keterangan terdakwa. saat  sidang yang  digelar pada Selasa ( 27/11/2018) di PN Pelalawan Ruangan Cakra ini,  yang mana unsur penipuan yang didakwakan oleh JPU tidak terpenuhi.

Berdasarkan keterangan saksi korban semua yang dituduhkan kepada terdakwa tidak ada bukti secara tertulis ,semuanya berdasarkan katanya atau kata sianu , selanjutnya keterangan saksi yang dihadirkan JPU dari Dinas pendidikan MD Rizal dengan terang benderang me jelaskan SMK Makmur adalah milik yayasan  Fauziah Sejahtera yang dipimpin oleh terdakwa.

Terkait dengan Bantuan Sosial yang diterima SMK Makmur berbentuk uang tunai sudah digunakan sesuai dengan peruntukannya dan itu diserahkan pemerintah dan sekolah kepada  yayasan sehingga sekolah itu adalah aset yayasan bukan Aset daerah.

Begitu juga dengan keterangan Sekretaris Dinas Pendidikan Pelalawan Abdul Jalal, menguatkan pernyataan kadis bahwa SMK Makmur milik yayasan Fauziah Sejahtera jika ada perpindahan tangan itu sah karena Tanah dan bangunan itu sudah milik yayasan bukan milik pemerintah dan di aset Pemda itu tidak terdaftar.

Jadi untuk kelanjutan sekolah itu murni hak dan tanggung jawab yayasan , selanjutnya keterangan saksi ahli yang dihadirkan JPU  maupun penasehat terdakwa, menguatkan lagi karena jual beli yang diawali dengan kesepakatan tanpa ada alasan yang jelas tidak bisa dipidanakan,bahkan dalam keterangan terdakwa semakin dijelaskan mulai dari awal pertemuan sampai dirinya dijadikan terdakwa.

Terdakwa dalam keterangan menjelaskan bahwa tanah SMK Makmur itu masih SKGR atas nama terdakwa jika dana yayasan sudah mencukupi untuk mengganti rugi , itu dibuatkan atas nama yayasan, terkait dengan penjualan itu sudah ada kesepakatan pengurus dan pembina.

"Selain itu dalam hal jual beli dengan korban itu bukan kemauan saya tapi dia yang jumpai saya", jelasnya pada  sidang dengan Majelis Hakim yang diketuai oleh Nelson Angkat SH MH beranggotakan RiaAyu RosalinSHMH  dan Rahmat Hidayat Batubara SH ST MH ini.

Dikatakannya, dalam perjanjian di Notaris, memang ada perjanjian jika ada permasalahan tidak bisanya ditingkatkan status tanah dari SKGR menjadi sertifikat uang dikembalikan tapi sertifikat diserahkan apabila sudah lunas, tapi ini kan masih terhutang Rp 500 juta lagi itupun dirinya dilaporkan penipuan.

"Semua urusan saya berhubungan dengan Notaris Evi bahkan surat surat tanah saya masih di Notaris yang ditunjuk oleh Saudari Martha" terangnya.(ishar D)