Kasus Korupsi Lahan Bhakti Praja, Putusan MA Sudah Turun Jaksa Belum Eksekusi Terpidana

TOPRIAU, PANGKALAN KERINCI - Terkait dengan turunnya putusan Mahkamah Agung (MA)  terhadap kasasi jaksa atas kasus korupsi pengadaan lahan Bhakti Praja dengan terpidana mantan Bupati Pelalawan pihak Jaksa belum mau melakukan eksekusi ,dengan alasan adanya kekeliruan perhitungan jumlah penahanan yang sudah dijalani oleh terpidana.

Kejari Pelalawan Tety syam SH MH  melalui Kasi Pisus Efebdi Zarkadi SH saat dijumpai di ruangannya baru baru ini menjelaskan, putusan MA terhadap kasasi  bapak T Azmun Jaafar SH petikannya sudah kita terima yang mana dalam putusan itu terpidana dinyatakan bersalah dijatuhi hukuman 18 bulan penjara poting selama dalam tahanan denda Rp 50 juta subsider dua bulan.

"Walaupun demikian kita belum mau melaksanakan eksekusi , karena ada kekeliruan dari tanggal penahannya,,kita gak mau merugikan terpidana sehingga kita harus menunggu hasil renovasi dari pihak M A", terangnya

Mantan Bupati Pelalawan saat dihubungi wartawan ,membenarkan bahw putusan perkara Bhakti Praja tapi kita belum dapat putusan itu karena ada kekeliruan pihak hakim membuat tanggal penahanan, jadi kita belum bisa ditahan terangnya.(ishar. D)