Kamis, 24 Januari 2019

Majelis Hakim PN Dumai Memvonis 5 Pekerja PT Wilmar 5 Bulan Penjara, Lebih Ringan Dari Tuntutan JPU 2,6 Tahun

TOPRIAU, DUMAI - Amar putusan Majelis Hakim, Vonis 5 bulan kurungan penjara yang dibacakan Ketua Majelis Hakim, Firman Khadafi Djindar Bumi SH MH, didampingi dua hakim anggota Liena SH dan Irwasyah SH di ruang Atmaja Pengadilan Negeri Kls IA Dumai, pada hari Senin (03/12/18) kemarin.


Sebagaimana yang disampaikan Kuasa Hukum terdakwa Casarolli SH usai sidang perkara tersebut.


" Selaku Kuasa Hukum dari terdakwa saya sangat tidak sependapat  atau keberatan atas putusan vonis 5 bulan penjara terhadap klien saya.Karena sesuai fakta yang terungkap di persidangan, unsur tindakan pidana pemalsuan dokumen yang didakwakan dan ancaman tuntutan 30 bulan dari Jaksa Penuntut Umum, tidak terpenuhi, tutur cassarolli.


Pengacara itu menambahkan memang bila dilihat secara sepintas, bahwa vonis 5 bulan yang di jatuhkan Majelis Hakim kepada Andre Daniel Simorangkir dkk sudah cukup ringan dibanding dengan tuntutan JPU 2,6 tahun.


Demikian juga halnya dengan Jaksa Penuntut Umum, Agung Nugroho SH saat ditanya Majelis Hakim tanggapannya terkait Vonis 5 bulan penjara terhadap ke lima terdakwa.


JPU menyatakan tetap pada tuntutannya "Selaku JPU dalam perkara ini.Saya tetap pada dakwaan dan tuntutan saya yang mulia.Dan sebagai tambahannya.Saya menyatakan pikir pikir yang mulia". Ujar Agung Nugroho.


Pada sidang sebelumnya ke 5 lima terdakwa ( Andre Daniel Simorangkir, Agustinus Hutagaol, Natal Bahari Sitorus, Agus Marlianto dan Edy Surwanto ) melalui Kuasa Hukum Nya telah menyatakan, menolak seluruh dakwaan dan tuntutan 30 bulan yang diajukan JPU.


Dakwaan yang disebut melanggar Psl 263 Ayat (1) KUHPidana Jo Psl 55 ( 1) Ke (1) KUHPidana dan tuntutan 30 bulan penjara yang disampaikan JPU di persidangan sangat bertolak belakang dengan fakta yang terungkap di persidangan.


Kelima terdakwa ini, dilaporkan pihak Managemant Perusahaan Wilmar Group Dumai ke pihak Penyidik Polres Dumai yang menyebutkan kalau kelima karyawan Wilmar Group ini telah melakukan tindak pidana dugaan pemalsuan surat atau dokumen pada bulan July 2018 silam.


*Dekatra