Kamis, 24 Januari 2019

Kpk Resmi Tahan Dua Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Di Bengkalis, Salah Satunya Sekda Dumai

TOPRIAU, DUMAI – Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Dumai, Muhammad Nasir, yang sudah menjadi tersangka resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (5/12/2018) malam. Dia ditahan dalam dugaan korupsi peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis-Riau.


Muhammad Nasir tidak sendirian ditahan. Dia bersama Hobby Siregar selaku bos atau Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction (MRC), yang menjadi kontraktor proyek jalan tersebut. Muhammad Nasir ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Guntur, dan Hobby ditahan di Rutan Salemba.


Keduanya ditahan setelah dilakukan pemeriksaan di gedung KPK. Penahanan ini setelah Muhammad Nasir dan Hobby menyandang status tersangka sejak 11 Agustus 2017 lalu.


“KPK melakukan penahanan 20 hari pertama terhadap dua tersangka di kasus Bengkalis. Yaitu MNS (Muhammad Nasir) ditahan di Ruran Guntur, HOS (Hobby Siregar) ditahan di Rutan Salemba,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.


Muhammad Nasir tersandung kasus dugaan korupsi saat menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) di kabupaten Bengkalis, saat menjabat Sekda Dumai dirinya sempat dicekal ke luar negeri pada Juli 2017 lalu.


Saat ini pihak penyidik KPK masih menunggu hasil audit perhitungan kerugian negara. Jika audit selesai, maka ada kemungkinan KPK menetapkan tersangka baru.


“Belum ada tersangka baru di kasus Bengkalis. Penyidikan masih berjalan. Kami masih harus menunggu audit perhitungan kerugian negara dari BPK. Jika audit sudah selesai, barulah akan dibahas langkah berikutnya atau pengembangan perkara pada pelaku lain,” tutur juru bicara KPK.


Proyek pembangunan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih ini, merupakan proyek peningkatan jalan sepanjang 51 kilometer dan lebar 6 meter. Dianggarkan dengan total dana yang bersumber dari APBD 2013-2015 sebesar Rp494 miliar.

Photo Dokumentasi
*Tim