Kamis, 22 Agustus 2019

Terkuak dalam Persidangan Aktivis Dibunuh Gara Gara Gapoktan dan Besi Tua

TOPRIAU, PANGKALAN KERINCI - Sidang kasus pembunuhan Aktivis Daud Hadi dengan terdakwa Temi dan syafri dalam agenda mendengarkan keterangan saksi dari Penyidik, empat orang saksi yang di hadirkan penyidik , Suratman bin Jalil  kadus Sial Go,Undas penjaga Kades, Syahbudin, pengurus Bumdes, dan Muhamad Arfan bin Syahbudin mulai membuka tabir asal usul peristiwa pembunuhan Kktifis tersebut.

Suratman dalam persidangan di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Melinda Aritonang SH  beranggotakan Rahmad Hidayat Batu Bara SH ST MH dan Nurrahmi SH menjelaskan , mengakui bahwa kematian Daud Hadi ada kaitan dengan Dana Gapoktan dan Bumdes di Desa Sialang Godang, yang mana Gapoktan itu bantuan dari pemerintah pusat sedangkan Bumdes adalah penjualan besi tua yang dikasih oleh PT Serikat Putra yang gunanya untuk kegiatan Desa,

"Terkait dengan Bumdes saya menikmati Rp 100.000" terangnya.

Sedangkan Undas dalam keterangannya  bahwa dirinya  melihat Daud Hadi dibunuh karena ada bekas bacokan di pipinya sedangkan Syamsudin mengakui bahwa dirinya memang masuk dalam pengurus Bumdes tapi tidak menikmati uang besi tua hanya dimintai pendapat tentang uang tersebut dan adapun Muhamad Arpan anak dari Syamsudin mengakui hanya menyampaikan kepada tetangga Daud Hadi terkapar.

"Terkait dengan keterangan empat orang saksi sudah terbuka tabir perkara kasus tindak pidana pembunuhan berencana ini terang  JPU Marthalius SH saat dijumpai wartawan baru baru ini. ( Ishar.D)