Kasus Pembnuhan di Pelalawan, Sekdes Akui Kades yang Punya Ide Untuk Habisi Daud Hadi

TOPRIAU, PANGKALAN KERINCI - Terkait dengan kasus pembunuhan Daud Hadi, Sekretaris (Sekdes) Sialang Godang  Temi buka mulut dalam persidangan bahwa ide melakukan pembunuhan keluar dari mulut kepala desa, sementara dana untuk eksekutor ditanggulangi oleh dirinya menjelang keluar dana desa.

Temi sebagai saksi mahkota di persidangan saat ditanya JPU maupun penasehat hukum terdakwa Eriyanto dan Majelis hakim mengatakan bahwa dirinya hanya sebagai penyandang dana sementara untuk menghabisi Daud Hadi, sesuai  kesepakatan antara dirinya dengan kades. Uang tersebut akan diganti setelah dana desa cair.

Dikatakan Temi munculnya ide menghabisi Daud Hadi adalah dari mulut kades  karena saat dirinya mengeluhkan tentang Daud tentang ulah dDaud dengan mengatakan "kalau begini Daud Hadi azab kita kena lapor terus". Keluhan sekdes ini   direspon oleh kades dengan cara melenyapkn korban

"Saat itu pak wali langsung ngomong yaa kalau bisa dihabisi aja dia tapi jangan di desa kita inilah pokoknya di luar kampung inilah ,terkait dengan dana itu di bebankan kepada saya dulu menjelang keluarnya dana Desa"  kata Tem pada persidangan  Kamis ( 4/4/ 2019) di ruang Cakra Pengadilan Negeri Pelalawan dengan Ketua Majelis Hakim Melinda Aritonang SH beranggotakan Nurrahmi SH dan Rahmad Hidayat Batu Bara SH ST MH.

Lebih jauh Temi mengakui apa yang dilakukannya bukan kemauan dirinya sendiri tapi hasil kesepakatan dengan kades. "Saya sebagai sekdes dan bendahara Desa Sialang Godang serta Juling akan tetapi kata kata kita bunuh itu keluar dari mulut Pakwali", tuturnya.

Terdakwa Eriyanto saat ditanya ketua Majelis Hakim tentang keterangan saksi Temi menjawab ada yang benar ada yang tidak tahu . Usai mendengar keterangan saksi mahkota Ketua Majelis Hakim menunda persidangan sampai tanggal 23 April 2019 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang meringankan terdakwa Eriyanto. ( ishar.d)