Selasa, 17 September 2019

Gerai Makan di Pangkalan Kerinci Berubah Jadi Tempat Karoke dan Judi, Pemkab Diminta Bertindak

TOPRIAU, PANGKALAN KERINCI - Warung yang berada dibekas gerai makan yang terletak di RT 03 RW 01 Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur diduga berubah fungsi, pasalnya dari surat perjanjian, hanya diperuntukan berdagang minuman dan makanan namun kenyataannya malah menjadi tempat perjudian bagi kolektor, selain itu juga dijadikan tempat karoke.

Konidisi ini, membuat warga jadi kesal dan berharap pihak penegak hukum segera memberikan tindakan, karena selain sudah melanggar perjanjian dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan juga sudah mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas) .

Salahseorang warga berinitial NS baru baru ini mempertanyakan kepada wartawan fungsi dari ex gerai makan itu apakah untuk jualan minuman dan makanan atau ada plusnya seperti main judi dan berkaroke,karena dirinya melihat di sebuah warung yang terletak dekat wc umum setiap hari ramai dan diriuhkan dengan suara hempasan batu domino.

Mereka juga berkaroke yang kadang suara musiknya membuat berisik tetangga bahkan anehnya mereka dalam main domino tidak mengenal waktu bahkan saat azan berkumandang, suara hempasan batu domino lebih keras dari suara azan.

“Karena ada undang undang dan perda yang mengatur maka kita berharap Pemkab Pelalawan melakukan penindakan terhadap pemilik warung”,  terangnya.

Hal senada juga disampaikan oleh warga lain berinitial IR, dikatakan IR dirinya bukan melarang mereka main domino dan menghidupkan musik, tapi yang jadi tanda tanya adalah kenapa di lokasi itu mereka yang main domino tidak punya batas waktu dan juga musiknya keras keras sehingga mengganggu kenyamanan tetangga.

“Sering saya lihat saat saya lewat di lokasi tersebut terlihat orang main domino beberapa meja seperti orang lomba domino tapi anehnya saat itu mereka bilang kamu bayar besar kamu nomor dua dan kami nomor tiga dan kamu yang paling kecil”, jelasnya.

Selain itu dirinya juga melihat pemilik warung juga ikut main di dalamnya, puncak keramaiannya adalah pukul 11.30 sampai pukul 17 00 Wib. Ditambahkan Ir, jika diperhatikan kebanyakan mereka itu adalah para kolektor menunggu telpon dari nasabah.

“Kita hanya berharap agar tidak menimbulkan sesuatu hal yang tidak diinginkan kita berharap pihak terkait sesegera mungkin bertindak”, terangnya.(ishar. D)