Jumat, 17 November 2017

Masuk Secara Ilegal, 47 Imigran Asal Banglades Diamankan Polisi

TOPRIAU.DUMAI, 47 imigran asal Banglades diamankan kepolisian Polres Dumai karena masuk tidak memiliki visa. Puluhan Imigran ini diamankan dari atas dua mobil bis yang mengangkut mereka dari Kuala Namu di Jalan Raya Lintas Medan-Dumai. Tujuan ke 47 imigran hendak menyeberang ke Malaysia secara ilegal dengan dibantu seorang tekong melalui perairan Dumai-Riau.

47 imigran ini saat diamanakn dan diperiksa petugas mengaku hanya mempunyai paspor sedangkan  dokumen visa kunjungan masuk ke Indonesia mereka tidak memiliki.

Dari pengakuan imigran, mereka masuk melalui bandara udara Kualanamu-Medan ke Indonesia,n mereka membayarkan   15.000 Ringgit perorang kepada seorang tekong yang mengaku bersedia mengantarkan mereka ke Malaysia melalui jalur ilegal dari Dumai-Riau.

Diduga bisnis pengiriman para hidung mancung ini merupakan sindikat yang mempunyai jaringan antar provinsi bahkan antar negara sebab biaya yang diminta cukup besar 15.000 ringgit atau sekitar 24 juta rupiah perorang.

Kini tekong menghilang sejak mengetahui para imigran tersebut berhasil diamankan aparat kepolisian. Diperkirakan keuntungan diperoleh tekong dari ke 47 imigran Banglades tersebut menccapai dua miliar rupiah bisnis yang cukup menjanjikan.

"Kami masuk  ke Indonesia melalui bandara udara Kualanamu-Medan kemudian kami dipertemukan dengan seorang tekong mengaku dapat mengantar melalui jalur ilegal ke Malaysia menggunakan kapal dari perairan Dumai dengan membayarkan unag 15.000 ringgit", jelas salahseorang imigran, Kartik.

Sementara itu Kapolres Dumai, AKBP Donald Ginting mengatakan modus pengiriman imgran tersebut sudah berulang kali terjadi, terkadang lolos dari pantauan aparat kepolisian.

"Sindikat bisnis hidung mancung ini bekerja cukup rapi dan memiliki jaringan antar provinsi bahkan antar negara", jelas Donal.

Kini ke 47 imigran asal Banglades tersebut diamankan di Mapolres Dumai guna dimintai keterangan kemudian diserahkan ke pihak imigrasi. Sementar untuk tekong yang menghilang dalam pencarian aparat kepolisian Polres Dumai. (TR/Dekatra)