Jumat, 17 November 2017

DPRD Kota Pekanbaru, Mempertanyakan Pembanguan Gedung Perkantoran Tenayan

TOPRIAU,PEKANBARU - Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru kembali melakukan hearing dengan Dinas PUPR Pekanbaru guna penerapan anggaran Pembangunan perkantoran Tenayan Raya milik Pemerintah Kota Pekanbaru. Bahkan, hanya satu gedung utama yang akan berfungsi tahun 2018 mendatang dan lima gedung lainnya dipastikan belum bisa difungsikan.

 

Sejak awalnya proyek multiyears, namun di tahun 2016 lalu tidak lagi karena sudah berakhir. Pembangunan Gedung Sekretariat dilanjutkan pekerjaannya dengan sistem addendum. Dimana pengerjaannya kembali dilakukan oleh PT Waskita Karya, hanya berdasarkan forum diskusi Inspektorat. Disertai dengan perubahan kontraktor pengerjaan proyek hanya dengan lisan tanpa ada kontrak kerja.

 

Hal ini di jelaskan ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, dengan Dinas PUPR terkait progres pembangunan Perkantoran Tenayan Raya. Dimana rapat ini merupakan evaluasi kegiatan multiyears Pemko Pekanbaru tahun anggaran 2014-2016.

 

"Seperti gedung utama yang awalnya disepakati multiyears. Namun sekarang tidak, karena multiyears habis 2016. Tentunya terjadi banyak pergeseran, karena tak diiringi dengan beberapa perubahan, bahkan hal ini tidak pernah disampaikan ke lembaga DPRD," kata Roni Amril. Kamis (7/9)

 

Tentunya ini berbeda dengan gedung lainnya, yang dikerjakan oleh PT Nindya Karya. Mereka beralasan Nindya Karya tidak mau melanjutkannya karena ada hutang yang belum dilunaskan sebesar Rp 10 miliar dan pergantian pengerjaan ini hanya secara lisan saja.

 

"Tentunya ini menjadi tanda tanya dan DPRD pastikan akan memanggil pihak PT Nindya Karya untuk hearing, sehingga semua bisa jelas dan terbuka," ungkapnya saat hearing.

 

Sementara itu, Plt Kadis PUPR Pekanbaru Dedi Gusriadi belum bisa menjelaskan atas pembangunan Perkantoran Tenayan Raya, karena baru beberapa hari menjabat sebagai kadis pasca ditetapkannya Kepala satuan yang lama Zulkifli Harun sebagai tersangka oleh Polda Riau.

 

"Di rencanakan bulan Desember kita sudah bisa pindah ke kantor di tenayan raya, dan bulan Januari 2018 sudah bisa difungsikan dengan satu gedung, yakni gedung utama yang pengerjaannya sudah sekitar 63 persen dan menelan biaya sebesar Rp 95 Miliar," ucap Dedi

 

Selanjutnya ia menyebut semua sarana pendukung saat ini tengah dikebut. Mulai listrik, air dan interior di dalamnya. "Tadi juga sudah dipaparkan Manajemen Konstruksi Waskita Karya, dan saya yakin mereka bisa menyelesaikan," tutur Dedi.

 

Untuk diketahui RDP hari ini merupakan tindak lanjut dua kali pemanggilan sebelumnya yang tidak direspon baik oleh pihak PUPR Pemko Pekanbaru. Bahkan PPTK juga tidak pernah tampak setiap kali lembaga dewan memanggil. (TR/GP)