Jumat, 17 November 2017

Sepeda Motor Laga Kambing di Pematang Reba Inhu, Dua Nyawa Melayang

TOPRIAU, RENGAT - Lagi diduga akibat pengaruh kerusakan jalan provinsi Rengat Pematang Reba, dua sepeda motor KLX Noreg BM 2889 VZ  dengan Honda Supra X Noreg  BM 3031 BQ tabrakan, Selasa (13/9) malam. Satu tewas ditempat dalam kejadian itu, sementara dua lainnya kritis dengan kondisi sangat parah di Rumah Sakit Umum Indrasari Rengat dan kondisi dua kendaraan juga mengalami kerusakan sangat parah.

Kejadian bermula dari sepeda motor Honda Supra X dikendarai Rahmat (20) datang dari arah Pematang Reba menuju arah Rengat, ketika memasuki Tempat Kejadian Perkara (TKP) jalan bertikungan berjalan terlalu ke kanan sehingga bertabrakan dengan sepeda motor Kawasaki KLX dikendarai Dandi Saputra (16) berboncengan dengan Hendri (17) keduanya warga jalan Ali Haji Pemartang Reba yang datang dari arah berlawanan.

Kapolres Inhu AKBP Arif Bastari SIk MH melalui Kasat Lantas Polres Inhu AKP Ricky Mandey, mengungkapkan kejadian terjadi Selasa (12/9) malam yang terjadi di Jln Lintas Rengat – Pematang Reba pada sekitar pukul 19.45."Tiga korban terluka sangat parah, bahkan Hendri telah meninggal di TKP, jelas Kasat.

Dikatakannya, pasca kejadian, baik Hendri maupun dua korban lainnya yang dalam kondisi kritis langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indrasari Rengat untuk mendapatkan tindakan selanjutnya. Menurut keterangan saksi di TKP kecelakaan tersebut diduga terjadi karena lalai dan kurang hati - hatinya Pengendara sepeda motor Honda Supra X yang berjalan terlalu ke kanan. Kondisi ketiga korban sangat parah dan ini diduga akibat dua kendaraan berkendara dengan kecepatan tinggi.

Sesampai di RSUD dua korban, masing-masing Rahmat dan Dandi langsung mendapatkan perawatan intensif dari pihak RSUD. Namun informasi terakhir didapat, nyawa Rahmat tidak dapat tertolong lagi karena banyak mengeluarkan darah terutama pada bagian kepala dan dari bagian paha kiri yang terluka sangat parah dan patah.

"Benar, pagi Rabu (13/9) Rahmat dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit, dengan demikian dua korban meninggal dunia dalam perintiwa ini", ungkap Kasat.

Kasat juga menyayangkan kedua pengendara saat berkendara tidak menggunakan perlindungan keselematan diri terutama helm. Dua korban meninggal karena ada benturan keras pada bagian kepala dan mengeluarkan darah cukup banyak.

"Kami menghimbau kepada para pengendara roda dua agar tetap menggunakan helm untuk keselamatan dalam berkendara terutama Helm untuk menghindari benturan pada bagian kepala jika terjadi kecelakaan". tambahnya.(TR/MCR)