Resmi Dilantik, Pengprov PBSI Riau Ditantang Raih Mendali di PON

TOPRIAU, PEKANBARU - Wakil Ketua II Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Lutfi Hamid mewakili Ketua Umum PBSI, Wiranto, resmi melantik Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Riau masa bakti 2017-2021, Minggu (17/9/2017) di Hotel Grand Elite, Pekanbaru.

Acara pelantikan juga dihadiri Kabid Pengembangan Daerah PBSI Pusat, Afianto, Kabid Keabsahan PBSI Pusat, Rahmad, Gubernur Riau yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Riau, Doni Apriyaldi dan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau, Emrizal Pakis.

Dalam  sambutannya, Lutfi Hamid meminta jajaran pengurus PBSi Riau yang baru dilantik dapat bekerja keras untuk meningkatkan prestasi cabang olahraga bulutangkis di Riau. Lutfi menilai, Riau sebenarnya memiliki atlet-atlet potensial yang dapat dibina menjadi pebulutangkis yang berprestasi di level nasional.

"Jaga terus kekompakan sesama pengurus, jalankan program yang sudah dirangcang untuk kemajuan olahraga bulutangkis di Riau," pesan Lutfi.

Lutfi mengapresiasi kesungguhan pengurus Pengprov Riau yang sudah melaksanakan sejumlah kegiatan meski belum dilantik, seperti pelatihan pelatih, wasit, dan referee. "Demikian juga dengan kegiatan open turnamen yang diselenggarakan seiring dengan pelantikan pengurus, ini menunjukkan kekompakan dan kesungguhan para pengurus PBSI Riau. Sekali lagi saya ucapkan selamat dan selamat bekerja," harapnya.

Ketua KONI Riau, Emrizal Pakis juga meyambut baik dilantiknya pengurus baru PBSI Riau masa bakti 2017-2021. Ia berharap pengurus yang baru dapat menghasilkan atlet-atlet bulutangkis yang mengharumkan nama Riau.

"Selama ini untuk level nasional kita memang belum dapat mengukir prestasi yang membanggakan, meski demikian saya melihat potensi kita cukup besar, karena di kejuaraan-kejuaran terbuka, cukup banyak atlet bulutangkis Riau yang meraih gelar terbaik. Ini yang harus diperhatikan pengurus PBSI Riau," ungkapnya.

Ditambahkan Emrizal, salah satu persoalan yang harus dibenahi di cabang bulutangkis di Riau adalah soal kepelatihan. Sebab, beberapa atlet Riau terbukti memiliki prestasi yang lebih baik saat masuk klub-klub besar di Pulau Jawa. 

"Karena itu kita berharap PBSI Pusat dapat memperbanyak pelatihan bagi para pelatih di daerah, termasuk di Riau," harapnya. 

Emrizal juga menantang pengurus PBSI Riau untuk berani menargetkan mendali pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2020 yang akan datang. "Sebab selama ini Pengurus PBSI belum ada yang berani menargetkan medali," tantangnya.

Usai melaksanakan acara pelantikan, Lutfi Hamid dan jajaran pengurus PBSI Pusat juga membuka secara resmi Kejuaraan Bulutangkis "Fastron Riau Open" yang digelar Pengprov PBSI Riau di GOR Bulutangkis Angkasa Pekanbaru. (rls)