Jumat, 15 Desember 2017

Antisipasi Penyimpangan Anggaran, FRPD Kampar Siap Buka Posko Pengaduan Masyarakat Desa

TOPRIAU, BANGKINANG KOTA - Forum Rakyat Peduli Desa (FRPD) Kampar akan buka posko pengaduan masyarakat desa, rencanamya dalam waktu dekat ini FRPD  akan menggelar acara diskusi publik tentang desa. 

Forum yang tergabung dari 5 organisasi tersebut terdiri dari Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND), Dewan Legislatif Mahasiswa STIE Bangkinang, Pembela Kesatuan Tanah Air Bersatu (PEKAT-IB) dan Gerakan Mahasiswa Kampar tergabung dalam Forum Rakyat Peduli Desa (FRPD) .

"Kita akan bahas dalam diskusi nanti, tentang persoalan dana desa dan kita akan bedah hal itu," ujar ketua FRPD, Anwar kepada awak media, Kamis (16/11/2017) di Bangkinang Kota. 

Sejak digelontorkan tahun 2015 lalu, dana yang diperuntukkan untuk desa semakin besar. Bahkan pada tahun 2018 direncanakan sebesar Rp 120 trilliun. Namun anggaran besar itu, tidak membuat perubahan signifikan di desa, tulisnya dalam sebuah selebaran. 

Malahan 900 orang kepala desa masuk buih lantaran salah kelola dan 4 bulan belakangan sedikitnya 10.000 laporan terkait penyelewengan dana desa. "Ini pertanda, situasi desa sedang genting dan kehidupan rakyak terancam," ujarnya. 

Untuk itu, guna mengatisipasi hal itu di Kabupaten Kampar, kita berencana menggelar diskusi publik bertema 'Dana desa kemana'. "Kita akan mengundang, pihak Kejari Bangkinang, Polres Kampar, pemerintah daerah, forum BPD desa, Apdesi dan pihak terkait dalam hal ini.

Guna membantu masyarakat, FRPD  akan membuka posko pengaduan masyarakat terkait penyimpangan pengelolaan dana desa. 

Dika