Selasa, 21 Agustus 2018

Marak di Bulan Ramadhan, Dinsos Amankan 21 Gepeng

TOPRIAU, PEKANBARU - Hingga Kamis malam (7/6) kemarin, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru bersama tim yustisi telah menjaring 21 gelandangan dan pengemis (Gepeng) di beberapa titik lokasi. Dari 21 yang dijaring lima orang telah dijemput keluarganya dan mereka rata-rata dari luar kota.

Informasi tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinsos Pekanbaru, Chairani, S.STP, M.Si melalui Kabid Rehabilitas Sosial Bustami. Ia juga menjelaskan pihaknya terus melakukan razia terhadap gepeng. Bahkan pihaknya sudah intensif mentertibkan gepeng sejak selasa malam (5/6) bersama seluruh stakeholder terkait.

"Karena kami tidak bisa bekerja sendiri, kami perlu keterlibatan semua pihak dari masyarakat, Satpol PP sebagai penegak perda dan satker lainnya. Kami juga melakukan penertiban terhadap gepeng, terutama yang berada di bawah umur," katanya.

Dirinya mengakui selama ramadan gepeng dan anjal main kucing-kucingan dengan petugas saat penertiban. Sehingga mereka kewalahan melakukan penertiban. Dengan maraknya kejadian gepeng dan anjal, dirinya ingin menggugah hati masyarakat untuk jangan memberi di lampu merah atau jalanan.

"Karna niat masyarakat untuk memberi di jalanan tak tepat sasaran. Banyangkan saja, lampu merah itu 3 menit, setiap lampu merah berhenti mereka mendapatkan Rp 30 Ribu. Setengah jam ratusan ribu yang mereka dapatkan,"ujarnya.

Ia  juga mengimbau masyarakat yang hendak memberikan sedekahnya melalui lembaga-lembaga yang sah. “Jangan memberikan sumbangan di pinggir jalan ataupun rumah makan. Berikanlah sumbangan anda melalui lembaga resmi. Kami meminta kepada pelaku usaha untuk memberikan peluang kerja bagi masyarakat kelas menengah,"harapnya.

Pihaknya butuh keterlibatan semua pihak dari masyarakat, pelaku usaha serta satker yang ada. "Karena keberadaan mereka tidak serta merta penyelesaiaannya di Dinas Sosial saja. Karena perlu peran serta dari masyarakat agar tidak memberi sesuatu di jalanan.karena dengan memberi di jalanan, akan membuat mereka hidup.  "Jadi stop memberikan apapun kepada gepeng di lampu merah atau tempat-tempat yang membuat mereka semakin hidup, dan membuat mereka malas untuk mencari kerja, apalagi di bulan suci ramadan,”ujarnya.

Sekedar informasi biasanya gepeng dan anjal mangkal di perempatan Jalan Soekarno-Hatta dan Tuanku Tambusai, tepatnya di perempatan Mall SKA Pekanbaru menjadi lokasi mereka berkumpul. Keberadaan merekia cukup mengganggu aktivitas para pengendara.

Terkadang mereka mengganggu jalan raya, meminta secara bergerombolan dan yang lebih parah lagi mereka terkadang meminta dengan memaksa. Selain itu, kadang para gepeng tersebut berkata-kata kotor ketika pengendara tidak mau memberi uang.(TR/Kominfo)