Sabtu, 22 September 2018

Ustadz Ade Hasibuan; Pemerintah Harus Tegas Mengatasi Miras

TOPRIAU,PEKANBARU - Masih banyaknya tempat-tempat usaha swalayan, karaoke, pujasera yang menjual minuman keras di Pekanbaru Riau. Ustadz R. Ade Hasibuan,SH Ketua Tanfidzi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Front Pembela Islam (FPI) Provinsi Riau menolak peredaran minuman berakohol diperjual belikan.

 

Ketika di hubungi via telepon (10/07) Ade Hasibuan menjelaskan, pemerintah harus mengambil sikap terhadap peredaran Minuman Keras (Miras) yang selama ini beredar di hotel, restoran ataupun swalayan.

 

"Instansi terkait harus tetap mengambil sikap tegas jika menemukan penjual ataupun peredaran minuman haram tersebut di tempat-tempat hiburan atau perbelanjaan di Riau," tegasnya. Kamis (12/7)

 

Selanjutnya, Ustadz kondang ini juga mendesak agar Peraturan Daerah (Perda) nomer 3 tahun 2002 itu ditegakan, karena didalamnya sudah dijelaskan.

 

"Di Perda nomer 3 tahun 2002 itu semua sudah di jelaskan bahwa tempat hiburan tidak diperbolehkan menjual minuman berakohol, coba mereka baca lagi perda itu," tutur Ustadz Ade.

 

Untuk itu, Ia juga menyampaikan, bahwa dalam hukum Islam, minum keras itu hukumnya haram dan sesuatu yang haram itu adalah perbuatan dosa. Serta, jangan sampai organisasi kemasyarakatan yang tidak memiliki kewenangan yang mengambil alih peredaran minuman haram tersebut.

 

"Sekarang bukan masalah ada izin atau tidak ada izin, namun minuman yang mengandung alkohol itu dalam Islam jelas haram, barang siapa yang memberikan izin maka dia sudah berdosa. Apa mau sudah matipun masih terus di datangi dosa? Jangan sampai organisasi masyarakat yang tidak ada kewenangan mengambil alih karena yang berkewenangan dianggap tidak mampu," tutur Ketua FPI Riau. (TR/GP)