Tak Mampu Bekerja, Bupati Inhil Minta Pejabat Mundur

TOPRIAU, TEMBILAHAN - Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan dengan tegas meminta kepada para pejabat untuk mengundurkan diri jika merasa tidak mampu bekerja.

Pernyataan ini disampaikannya saat memimpin rapat koordinasi (Rakor) bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan stake holder terkait, Kamis (2/8) pagi kemarin.

Saat itu Bupati menyayangkan sikap sebagaian besar pejabat, yang tidak hadir dalam rakor. Padahal rakor tersebut memiliki banyak tujuan, khususnya dalam upaya menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Untuk meningkatkan PAD, dasar pertamanya kesunggugan dan kemauan. Kalau ini tidak punya bagaimana kita ingin meningkatkan PAD," tegasnya.

Saat itu, Bupati Wardan sempat mengabsen kehadiran pejabat. Bahkan dia meminta ajudannya menghubungi satu persatu pejabat, agar dapat menghadiri rakor yang dipandang sangat penting tersebut.

"Ke depan, saya tidak mau lagi seperti ini. Kalau sudah tidak mau bekerja silahkan buat surat pengunduran diri. Pasti akan kita proses," tukas Bupati Wardan dengan nada kesal.

Keseriusan seorang pejabat merupakan faktor cukup besar dalam pencapaian sebuah pekerjaan. Terlebih lagi terhadap target-target yang sudah dia berikan. Salah satunya mencari sumber pendapatan baru.

"Kan ada tarif-tarif pajak yang sudah tidak sesuai lagi. Ini harus menjadi perhatian, jangan sampai kita lemah atau tidak mampu. Saya akan terus mengevaluasinya," terangnya.

Dia memerintahkan Bapenda, secara kontiniu melaporkan rekap terhadap pencapaian retribusi perpajakan. Tujuanya, agar Bupati dapat mengetahui apa persoalan yang dialami.

"Apa yang saya sampaikan itu tolong diperhatikan," pungkasnya.(TR/MCR)