Jumat, 16 November 2018

HMI Pekanbaru, Klarifikasi Video Tolak Deklarasi #2019gantipresiden

TOPRIAU,PEKANBARU - Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru Wendy Fitrah menyayangkan Video Tolak Deklarasi #2019gantipresiden yang melibatkan kader HMI didepan salah satu kafe di Pekanbaru usai Diskusi dengan tema '#2019gantipresiden Apakah Termasuk Gerakan Makar ? petang kemarin

 

Dalam klarifikasinya Wendy menerangkan, bahwa kegiatan tersebut bertolak belakang dengan informasi yang diterimanya dari salah seorang kader.

 

"Memang benar kami HMI Cabang Pekanbaru mengutus kader untuk menghadiri acara tersebut, memenuhi undangan dari pihak penyelenggara diskusi bersama organisasi Cipayung lainnya. Namun, kami tidak diberitahu jika diakhir acara akan ada dokumentasi video peserta diskusi untuk menolak gerakan #2019gantipresiden yang disinyalir sebagai gerakan makar. Itu tidak sesuai dengan informasi awal," kata Wendy dalam Jumpa Pers Sabtu (18/8) di Sekretariat HMI Cabang Pekanbaru Jalan Paus, no.76A Pekanbaru.

 

Selanjutnya, Wendy mengatakan bahwasannya kegiatan tersebut melanggar konstitusi HMI, dimana kader HMI dimanapun wajib menjaga independennsinya baik etis maupun organisatoris.

 

"Dengan menyayangkan kegiatan tersebut, bukan berarti kami memihak kepada salah satu rezim atau golongan. Disini sudah keharusan kami untuk bersikap independen" ungkapnya.

 

Dalam video yang beredar usai kegiatan yang dihadiri oleh Caleg DPR RI partai Nasdem dapil Riau 2 Hj.Desmaniar,MH dan Caleg DPR RI partai Golkar dapil Riau 1 Supirman, S.Kom, terlihat dua orang kader HMI berinisial masing-masing OJ dan YP turut menyuarakan penolakan deklarasi #2019gantipresiden tanpa sepengetahuan dan izin Ketua Umum HMI Cabang Pekanbaru.

 

Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) Fakhrunnas menghimbau, kepada seluruh kader Hmi Cabang Pekanbaru agar tetap tenang dan tidak terpancing dengan isu miring tersebut.

 

"Kita serahkan dan percayakan masalah ini kepada teman-teman pengurus cabang" tuturnya.

 

Disinggung terkait tindak lanjut atas dua kader tersebut, kawan-kawan akan terus memantau dan mengusut siapa dalang dibalik kegiatan yang telah mencemarkan nama baik Organisasi Mahasiswa tertua ini.

 

"Sejauh ini kita masih coba bertabayun, kita akan dalami dan mendiskusikan dalam Rapat Harian Cabang. Jika terbukti bersalah, tentu akan ada sanksi yang berlaku sesuai konstitusi Hmi" jawab Fakhrunnas. (TR/Rls)