Sabtu, 17 November 2018

Al Husnie Thamrin; #2019GantiPresiden Di Riau Dibatalkan

TOPRIAU PEKANBARU - Panitia Deklarasi Akbar #2019GantiPresiden Riau menyatakan pembatalan yang akan dilakukan pada tanggal 2 September 2018 mendatang. Hal tersebut juga berkaitan dengan peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu.

 

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Panitia #2019GantiPresiden Riau, pada jumpa pers, bahwasanya tidak ada Deklarasi Akbar yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

 

"Riau #2019GantiPresiden yang akan dilaksanakan pada 2 September 2018 secara resmi kita batalkan, karena ada beberapa pertimbangan dan segala sesuatu yang berterkaitan di Provinsi Riau," kata Al Husnie Thamrin, selaku Ketua Panitia Riau Deklarasi #2019GantiPresiden (31/08).

 

Selanjutnya, kuasa hukum panitia deklarasi, Bambang Rumnan mengatakan acara Deklarasi Riau #2019GantiPresiden akan tetap dilaksanakan kembali di Riau.

 

"Pembatalan ini sampai dengan waktu yang tidak di tentukan, secepatnya akan kembali kita umumkan, jadi untuk sementara deklarasi ini kita batalkan," ujarnya.

 

Dengan dibatalkannya agenda deklarasi tersebut, panitia berharap tidak ada gerakan dari masyarakat diluar dan komando dari panitia seperti yang terjadi pada tanggal 26 Agustus lalu.

 

Dimana pada tanggal 26 Agustus lalu, ratusan masyarakat Riau berkumpul di Masjid Agung An-Nur Pekanbaru untuk tetap melaksanakan Deklarasi Riau #2019GantiPresiden.

 

"Jika ada gerakan deklarasi #2019GantiPresiden pada tanggak 2 September nanti, itu bukan tanggung jawab dari panitia," tegas Bambang.

 

Bahkan Bambang menjelaskan, pembatalan agenda deklarasi tersebut tidak ada berkaitannya dengan izin dari Kepolisian yang terjadi pada agenda deklarasi 26 Agustus lalu. Dimana pada tanggal 26 Agustus lalu Kepolisian Riau tidak memberikan izin untuk acara deklarasi tersebut.

 

"Tidak ada masalah dengan perizinan, Kepolisian sudah memberikan izin. jadi karena ada masalah internal yang belum di perbaiki dan harus dikoordinasikan lebih lanjut. Alasan pertimbangan substansial, objektif, dan kordinatif mangkanya di batalkan," ungkap Bambang.

 

Dengan di agendakan kembali Riau #2019GantiPresiden, panitia berharap kejadian kerusuhan yang sempat terjadi tidak terulang kembali.

 

"Jika ada yang menolak, kita tidak bisa mencegah karena itu adalah demokrasi. Tapi tetap pada jalurnya sehingga tidak menciderai demokrasi seperti yang terjadi pada 25 Agustus lalu," pungkasnya.

 

Seperti yang diketahui, beberapa waktu lalu Neno Warisman yang juga sebagai presidium pusat #2019GantiPresiden saat tiba di Pekanbaru dihadang oleh puluhan masyarakat yang menolak kedatangannya. (TR/GP)