Minggu, 16 Desember 2018

dr Budi; Ini Kejadian Sangat Langkah Sekali, Bayi di Luar Rahim Lahir Selamat

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tidak disangka dan inilah Kuasa Allah, tapi kejadian langka terjadi di Pekanbaru. Bayi yang tumbuh di luar rahim ibunya, lahir dengan selamat di Rumah Sakit (RS) Sansani, Pekanbaru. Ini adalah yang pertama di Riau.


Dokter ahli kandungan di Pekanbaru, dr Budi SpOG, melaporkan suatu kejadian luar biasa. Ia berhasil menolong kelahiran seorang bayi laki-laki yang ternyata tumbuh dan berkembang di luar rahim ibunya selama masa kehamilan.


Bahkan Bayi laki-laki yang belum diberi nama oleh ibunya ini lahir melalui proses operasi sesar di Rumah Sakit Sansani, Rabu (29/8/2018) siang. Lahir dengan berat 1,7 kilogram dengan panjangnya 42 centimeter, kini dalam kondisi sehat.


Selain itu, disampaikan dr Budi SpOG, Bayi ajaib ini diyakini mampu berkembang secara normal selama 9 bulan di bagian kanan ovarium sang ibu. Embrio Durga tumbuh dan membuat jaringan organ tersebut meggelembung seperti kertas tipis.


Diungkapnya, peluang janin masuk dan kemudian berkembang dalam ovarium tercatat satu banding 600 juta yang bisa selamat. Namun begitu, kemungkinan kehamilan tersebut dapat menghasilkan bayi sehat hampir mustahil.


"Tentu saja ini adalah kejadian yang luar biasa dan saya tidak tahu ada orang yang pernah melihat kehamilan dalam ovarium seperti yang kami punya di sini," kata dr Budi SpOG. Sabtu (1/9/2018).


Selanjutnya, dijelaskan dr Budi SpOG, kronologinya pasien datang ke IGD RS Sansani dalam keadaan pucat dan presyok dengan denyut jantung anak tak terdeteksi. Selanjutnya dalam waktu 5 menit langsung masuk kamar operasi karena emergensi.  Rahim pasien normal tidak diapa-apakan dan waktu di insisi perutnya tampak rahim normal dengan darah yang sangat banyak di dalam rongga perut.


"Kemudian kita raba ke perut bagian atas teraba bayi yang sudah mandi darah dan segera bayinya dikeluarkan,  setelah itu baru dilakukan pengangkatan plasenta atau kakaknya yg lengket ke rahim dan usus," Alhamdulillah kuasa Allah dan kecepatan tim ok RS Sansani.


Bahkan, Kehamilan seperti ini di dalam istilah medis disebut ektopik, dimana janin berkembang di luar rahim, biasanya berawal dari telur yang telah dibuahi masuk ke dalam tuba falopi yang menghubungkan ovarium dengan uterus. Kondisi itu menyebabkan kesehatan bahkan nyawa sang ibu terancam karena kecenderungan janin akan menyebabkan rasa sakit dan pendarahan.


"Anda tidak akan percaya bahwa bayi,  walau hanya dengan pergerakan normal, berada dalam kantung (ovarium) yang tidak mudah pecah. Lapisan kantungnya begitu tipis sehingga Anda bisa melihat rambut bayi," ujarnya.


Sementara itu, Ice Luciana (35), ibu yang melahirkan bayi tersebut, yang belum diberinya nama itu, pada Rabu (29/8) siang. Lahirnya melalui operasi caesar. Persalinan dipimpin oleh dr Budi SpOG. Operasi yang berlangsung siang itu berhasil terlaksana. Sedangkan Ibu dan anak selamat, meski melalui proses medis yang cukup rumit.


“Nama anak sih sudah ada. Tapi saya rundingkan dulu sama suami,” kata Ice.


Bayi laki-laki Ice kini masih dalam perawatan di ruang neonatal intensive care unit (NICU). Itu karena bayi mengalami sedikit gangguan pernapasan, akan tetapi bayi masih tergolong normal. Karena pada saat dilahirkan, bayi menangis.


Begitu juga dengan sang ibu. Meski masih terbaring dengan dipasangi infus di tangannya, namun dia sangat ceria. Bicaranya lantang.


Sementara itu, Owner RS Sansani Ir Syahroni Tua MM mengapresiasi para dokter yang berhasil melakukan tindakan medis terhadap ibu yang mengalami kandungan janin di luar rahim. Bahkan, tak terlepas dari komitmen rumah sakit yang mengutamakan keselamatan pasien.


“Kami akan terus kembangkan, bagaimana supaya kualitas lebih bagus. Kelebihan kami di sini, dokter dan tim medis dengan kecepatan dan ketepatan,” ujarnya.(TR/GP)