Jumat, 21 September 2018

Manfaatkan Teknologi, GMKI Harus Mampu Menyerap Isu Strategis untuk Penegakan HAM

TOPRIAU, PEKANBARU - GMKI Pekanbaru menilai perlu adanya kader GMKI yang mampu mejawab tantangan saat ini, untuk itu GMKI Pekanbaru mengusung Kader yang militan yang dinilai mampu untuk hal tersebut. “Kita sadar bahwa Kongres GMKI bukan hanya sekedar memilih Ketua Umum GMKI selanjutnya, tapi kita juga harus melihat kemampuan kader yang akan menjadi Nakhoda organisasi” ungkap Starry.

Ditambahkan Starry pula, GMKI Pekanbaru akan mencalonkan Kader yang mampu untuk menjawab tantangan tersebut, “Kita mengusung Martin Siahaan untuk maju dalam Kongres GMKI ke XXXVI ini, GMKI Pekanbaru menilai sosok Martin mampu untuk menjawab kebutuhan organiasi dan menjawab tantangan yang ada saat ini” tambah Starry.

Martin Siahaan merupakan salah satu Pengurus Pusat (PP) GMKI dan dipercayakan sebagai Ketua Bidang Aksi dan Pelayanan PP GMKI. Pada tahun 2007, Martin bergabung di GMKI Pekanbaru dan pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik di Universitas Riau.

Pria kelahiran Kota Dumai-Riau ini akan memanfaatkan media teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu konsolidasi serta perluasan isu strategis dan membangun basis dengan kearifan dan budaya local yang ada ditiap cabang.

Selain itu, dalam Penegakan Hukum dan HAM, Martin akan menjadikan GMKI sebagai Pusat Advokasi kebijakan Publik yang mengarus utamakan isu-isu Pluralisme, Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan, Penegakan HAM, keadilan dan Pemerataan Ekonomi serta Kelestarian Lingkungan. Martin juga akan membentuk suatu badan penyelidik untuk mengungkap kebenaran tentang perdagangan orang, perampasan tanah warga dan kejahatan kemanusiaan. (TR/rls)