Sabtu, 17 November 2018

Apersi HUT Ke 20 tahun, Tidak Ada Dualisme Kepengurusan

TOPRIAU,PEKANBARU - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) melalui Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Riau, mengklarifikasi adanya perselisihan yang telah terjadi sejak beberapa tahun lalu atau meluruskan isu perubahan nama Apersi menjadi Himpera merupakan berita tidak benar (Hoax*red)

 

Pasalnya, APERSI ini sudah berdiri sejak 20 tahun lalu. DPP mengklarifikasi Eksistensi Kepengurusan Apresi yang terjadi saat ini baik-baik dan roda organisasi tetap berjalan, hal ini diterangkan dalam pertemuan Konferensi pers. Jum'at (14/9)

 

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Bidang OKK DPP Apersi, Franky Kalalo, Apersi baik pusat maupun daerah termasuk Riau tetap eksis dijalurnya. Bahkan sebagai organisasi yang mengayomi Perusahan Developer perumahan di seluruh Indonesia.

 

Ia juga menjelaskan, kronologi awalnya sempat ada anggota Apersi yang tidak terima dengan hasil Keputusan Musda pada Tahun 2013 lalu. Bahkan ini dianggap Franky Kalalo sebagai Dinamika dalam organisasi besar yang Fokus Menangani Perumahan.

 

"Ada beberapa anggota yang saat itu tidak menerima Hasil keputusan pemilihan ketua, sehingga mereka Pindah kewadah lain dan tidak terima dengan keputusan tersebut, selain itu mereka menempuh jalur hukum. Namun pada proses jalan hukum dan hasil putusan pihak kami memenangkan dalam gugatan tersebut," katanya Franky Kalalo.

 

Selain itu, dari pihak APERSI diberi kesempatan apakah ingin kembali berada di rumah Lama Mereka (Apersi) Seandainya tetap ingin berada di Apersi, diharapkan jangan lagi memakai baju lain.

 

"Kita sudah ada komitmen, apabila ada teman Apersi yang sempat bergabung ke lain kita siap merangkulnya. Tapi saya ingin cerita sedikit, memang persoalan ini terjadi tak terlepas karena ada dualisme kepemimpinan di pusat. Tapi saya pastikan, Apersi tetap solid, pengadilan juga sudah menegaskan kepemimpinan Apersi tetap, walau sempat digugat pihak yang kalah lalu mendirikan nama lain," tutur Franky.

 

Sementara itu, Ketua DPD Apersi Provinsi Riau Idham Chalik Harahap menjelaskan, tidak memandang saat ini ada dualisme kepemimpinan, apalagi teman- teman itu melebur dengan menjelama menjadi nama lain.

 

"Dalam waktu dekat akan segera melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) di Hotel Pangeran pada Tanggal 10 Oktober mendatang. Ada pun teman-teman sebagian anggota kita dulu pindah ke Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himpera) adalah pilihan mereka yang harus dihormati," ujarnya.

 

Selanjutnya, Idham Chalik Harahap mengungkapkan, tidak ada dualisme dan tidak melebur menjadi Himpera, memang ada yang pindah ke Himpera dengan masih membawa identitas Apersi.

 

"Tapi kita ingin tegaskan Apersi tetap solid dan Tidak terpecah," tuturnya.

 

Menurutnya, antara Apersi dengan Himpera beda, Himpera lahir dari praktek dualisme kepemimpinan di pusat yang berbuntut hingga ke daerah termasuk Riau. Namun, Apersi sampai saat ini tetap konsen sebagai asosiasi pengembang perumahan.

 

Meski begitu, Idham tak memungkiri, saat ini keanggotaan Apersi yang semula berjumlah 180 developer hanya tinggal 72 developer saja. Namun bukan berarti Apersi yang dipimpinnya tetap hilang arah.

 

Sebaliknya, Apersi tetap melaksanakan visi misinya sebagai pengembang perumahan. Selain itu, terkait dengan Musda Apersi Riau di Bulan November Mendatang, Idham Chalik Harahap sampaikan Kepada Awak Media.

 

"Untuk bakal calon yang sudah masuk untuk bursa pencalonan ketua DPD Apersi Riau dan untuk periode berikutnya sudah ada dua Orang calon diantaranya Saudara Zukri Misran dan Saudara Budi Febriadi. Namun tidak tertutup kemungkinan menjelang Oktober akan ada calon lainnya," tutup Idham Chalik Harahap. (TR)