Senin, 10 Desember 2018

Hindari Perpecahan Jelang Pemilu, Pemuka Masyarakat Riau Kelaurkan Pernyataan Sikap

TOPRIAU, PEKANBARU - Sejumlah Pemuka Masyarakat Riau yang tergabung dalam Persebatian Pemuka Masyarakat Riau ( PPMR) mengeluarkan pernyataan sikap terkait kondisi sosial politik yang sudah mulai genting dan  mengarah kepada perpecahan. Pernyataan sikap ini, dilakuka untuk menciptakan pemilu damai yang akan digelar pada tahun 2019 mendatang.

Maraknya aksi demonstrasi, berita bohong dan persekusi terkait pemilu yang berlangsung beberapa waktu lalu, disayang oleh berbagai elemen masyarakat di Provinsi Riau.

Kondisi dan situasi ini, bisa membuat perpecahan sesama anak bangsa teruatama Masyarakat Riau yang selama ini dikenal dengan santun menghadapi berbagai isu yang berkembang.

Menyikapi situasi yang berkembang, sejumlah pemuka Masyarakat Riau mengeluarkan pernyataan sikap dianataranya menolak  segala aksi dan kegiatan dalam bentuk apapun yang akan mencederai nilai dan marwah Negeri Melayu Riau yang beradat di bawah payung kebhinekaan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurut Ketua PPMR, Nasrun Efendi, pernyataan sikap ini  mengingat situasi yang berkembang selama ini yang  mengandung kekerasan, intimidasi dan persekusi. Untuk mencegah hal tersebut, Pemuka Masyarakat Riau mengeluarkan pernayatan sikap  untuk memberikan pemahaman kepada  masyarakat.

Sementara itu salah seorang Tokoh Masyarakat Riau, Alaidin Koto mengatakan, situasi sosial politik sudah mengarah kepada kegentingansehingga perlu dilakukan pencegahan biar tidak timbul perpecahan.

"Situasi yang terjadi belakangan ini, sudah mengarah kepada kekerasan sehingga berpotensi timbulnya perpecahan, oleh karena itu perlu diantisipasi agar tidak berkembang", jelas Alaidin.

Pemuka Masyarakat Riau ini berharap kepada semua elemen masyarakat terutama Warga Riau, agar bisa menahan diri terhadap perkembangan sosial politik sehingga pemilu damai yang berlangsung tahun 2019 mendatang bisa terwujud. (Abmo)