Kamis, 24 Januari 2019

IDI Riau; Korban Sistem, Dokter Jadi Teraniaya

TOPRIAU,PEKANBARU - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Korwil Riau Bersama Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Wilayah Riau, Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) dan Ikatan Ahli Bedah Indonesia (IKABI) Riau turun ke jalan menggelar aksi damai. Mereka meminta agar penunda Penahanan terhadap Kejaksaan Negeri Pekanbaru untuk menangguhkan penahanan tiga dokter bedah, beberapa waktu lalu.

 

Sebagaimana diketahui, tiga orang dokter BLUD RSUD Arifin Achmad, dr Kuswan A Pamungkas SpBP-RE, dr Weli Zulfikar SpB(K)KL dan Dr drg Masrial SpBM, dilaporkan oleh pihak rumah sakit dengan tuduhan praktik korupsi.

 

Ratusan Dokter Riau ini turun kejalan untuk menyampaikan kepeduluan mereka terhadap teman seprofesi. Bahkan mereka rela mati untuk memperjuangan kebenaran.

 

"Apa bila dokter melanggar hukum, tidak akan kami bela. Akan tetapi kalau memang tidak terbukti, akan kami bela sampai titik dara penghabisan" kata dr Zul Asdi.SpB Ketua IDI Korwil Riau saat orasinya.

 

Selain itu, mereka menyampaik kekesalannya kepada pemerintah dan penegak hukum dengan membentangkan  spanduk dan bertuliskan 'Kami Hanya Minta Tunda Penahanan, Kami Penjamin, Demi Pasien Yang Antri Mau Operasi,,,!!!'

#stop Kriminalisasi Dokter Indonesia.

 

Selain itu, 'Perbaiki Regulasi Dan Sistem Pelayanan Kesehatan lebih Baik', 'Defensive Medicine Adalah, Pilihan Yang Tidak Baik', 'Dokter Korban Sistem Dokter Terluka,,,!!' 'Dokter adalah Korban Sistem...' dan 'PDGI Wilayah Riau Save Dokter dan Dokter Gigi PDGI Riau siap mendukung penindakan sistem pelayanan di Riau'.

 

Mereka juga meminta kepada pemerintah setempat agar memberikan ruang dan kepercayaan hingga tanggung jawab kepada seluruh dokter yang ada di Riau bahkan indonesia.

 

"Kedepannya dokter dan dokter gigi riau dapat bekerja dengan tenang dan semua peralatan dapat disediakan oleh yang berwenang," ungkapnya kembali.

 

Selain itu, ia juga meminta kepada semua dokter juga menjalan tugas profesi agar dapar menjankan sepenuh hati. Bahkan, juga ada pasien agar dapat diberikan pelayanan kepada pasien dan masyarakat.

 

"Apabila ada pasien yang mau di operasi akan kita selamatkan, sebagaimana yang sudah ada didalam sumpah kita. Saya minta kepada semua dokter untuk melayani pasein, Demi kepentingan pasien dan masyarakat," tegas dr Zul.

 

Selain menggelar aksi damai, para dokter ini menyampaikan beberapa puisi dan Doa Bersama. Bahkan mereka juga menyayikan lagi Indonesia, Padamu Negeri  dan membacakan Secara Bersama  Sumpah Dokter dan Juga Sumpah Dokter Gigi. (TR)