Sudah 11 Hari Ratusan Warga Koto Aman dan Suku Sakai Masih "Menginap" di Bawah Jembatan Layang Pekanbaru

TOPRIAU, PEKANBARU - Sudah sebelas hari berlalu ratusan Suku Sakai dan warga Koto Aman Kabupaten Kampar Provinsi Riau masih menginap di bawah jembatan layang atau fly over Jalan Sudirman Pekanbaru. Mereka minta pemerintah menyelesaikan sengketa lahan dengan pihak perusahaan, bahkan warga masih menunggu jawaban Presiden  Jokowi yang berjanji beberapa waktu lalu akan menyelesaikan sengketa lahan tersebut.

Suasana flyover di jalan Sudirman Pekanbaru pun  sudah seperti perkempungan, dimana ratusan warga tiddur dan menjalankan segala aktivitas keseharian disini. Hingga Jumat (15/3/2019) ini, mereka sudah sebelas hari menginap di bawah jembatan

Bertahanya warga di bawah jembatan ini/menyusul tak kunjung selesainya sengketa lahan anatara waarga Kota Aman dan Suku Sakai dengan pihak perusahaan PT SBAL dan PT Ivo Mas Tunggal.

Mereka menuntut pemerintah agar menyelesaikan kasus sengketa lahan yang sudah berjalan bertahun tahun. Warga juga menagih janji Presiden Jokowi yang mana pada saat berkunjung ke Riau beberapa waktu lalu akan menyelesaikan sengketa lahan tersebut, namun  kenyataan hingga saat ini belum juga rampung.

"Kami  akan tetap bertahan di bawah jembatan ini sampai kapanpun hingga pemerintah turun tangan menyelesaikan termasuk Preseiden Jokowi yang sudah berjanji beberapa waktu yang lalu", jelas salahseorang warga Koto Aman,  Tengku Asmawati.

Tidak hanya menginap di bawah jembatan, aspirasi warga ini juga disampai ke sejumlah instansi mulai tingkat paling bawah hingga pemerintah pusat, bahkan warga sudah berulang kali melakukan aksi unjukrasa ke sejumah kantor pemerintahan.

Kamis kemarin warga masih melakukan aksi unjukrasa di Kantor Gubernur Riau, dalam orasinya mereka akan tetap bertahan di bawah jembatan meskipun tidak ada makanan. "Kami akan terus memperjuangkan hak kami sampai kapanpun dan akan tetap bertahan di bawah jembatan", jelas koordinator aksi, Dapson. (TR/Abmo)