Selasa, 17 September 2019

Catur Sugeng S; Usulkan Festival Lomba Cipta Menu Dapat Pecahkan Rekor Muri

TOPRIAU,BangkinangKota - Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto, SH sangat mengapresiasi pelaksanaan Festival Lomba Cipta Menu tingkat Kabupaten Kampar tahun 2019. Untuk itu, Bupati Kampar menyarankan kedepan Festival ini hendaknya bisa pecahkan Rekor Muri.



Hal tersebut disampaikan Bupati Kampar saat membuka Festival Lomba Cipta Menu Pangan Lokal beragam, bergizi, berimbang dan aman tingkat Kabupaten Kampar yang dilaksanakan Pelantaranan Ramayana Bangkinang Kota, senin (8/7/19).



Lebih lanjut Bupati Kampar menambahkan hahwa hal ini sangat peru terus dilakukan, selan aman bagi kesehatan juga sebagai ajang prinsip mengolah dan mengkonsumsi makanan lokat tampa bahan pengawet.

"Sebab apabila ini bisa dijalankan dengan baik, maka insyaallah kedepan kita akan jauh dari sakit. Karena kita mengkonsumsi makanan setip hari yang beragam, bergizi, seimbang dan aman," ungkap Catur Sugeng S.

Usai melakukan pemukulan Gong tanda dibuka lomba, Bupati Kampar didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau Rosdi,SE,MM, Sekda Kampar Drs Yusri,M.Si, Wakil Ketua I TP-PKK Kabupaten Kampar Juli Mastuti serta para Kepala Dinas meninjau seluruh stan menu setiap Kecamatan yang diperombakan.


Dalam peninjauan, Bupati Kampar mencicipi dan membeli sebagian makanan khas Kampar dan sayuran dari setiap Kecamatan.

Selanjutnya, kepada peserta lomba Bupati Kampar berharap makanan yang dipelombakan nantinya dijual dimasyarakat juga makanan yang dilombakan tamla pengawet dan pewarna saat ini.


Sementara itu, Cokro Aminoto,MM selaku Kepala Dinas Ketahan Pangan Kabupaten Kampar menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan guna meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk memiliki prinsif dalam menciptakan makanan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman dengan memfaatkan lahan pangan lokal.


"Sejauh ini tanpa kita sadari dan sengaja berbagai zat pewarna dan pengawet sering kita konsumsi, akan tetapi semua itu sangat barbahaya. Hal ini contohnya seperti Formalin yang merupakan larutan yang tidak berwarna dan bau yang busuk, dimana biasanya ini digunakan untuk perekat kayu makanya dilarang untuk pengawet makanan," ujarnya.

Selanjutnya jenis Boraks yang merupakan senyawa berbentuk kristal putih berwarna tidak berbau, boraks yang biasa digunakan kebanyakan penjual adalah boraks bleng.

Kemudian Rhodamin yang merupakan sisentis berbentuk serbuk kristal yang biasa digunakan untuk industri tekstil dan dilarang untuk makanan, serta Residu yang merupakan pencemaran terhadap bahan pangan segar, dimana apanla bahan ini digunakan untuk makanan maka bisa menimbulkan kanker, mengganggu sistem syaraf.(TR/ADV/Diskominfo).