Rabu, 20 September 2017

IDI Cabang Pekanbaru, Ciptakan Lagu Melawan Asap

PEKANBARU, Kabut asap yang menyelimuti Provinsi Riau mengispirasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI)  Cabang Pekanbaru, menciptakan lagu melawan asap. Lagu ini berisi sindiran kepada pelaku pembakar lahan dan pemerintah atas keserakahan dan ketidak pedulian terhadap lingkungan yang sudah mengancam kesehatan warga.

Saat menyanyikan lagu melawan asap, suara dan lirik lagu yang mereka bawakan tidak kalah dengan penyanyi atau group musik profesional. Lagu berjudul asapmu azabku, berisi sindiran terhadap pelaku pembakar lahan dan hutan/ karena keserakahan mereka membuat banyak kalangan menjadi sengsara bahkan tidak ada lagi ruang untuk menghirup oksigen yang layak.

Parahnya lagi, mereka seolah tidak peduli dan membisu atas kejadian yang sudah mengancam kesehatan warga bahkan sudah ada yang memakan korban jiwa. Sebagian mereka juga berpura pura baik dan memberi bantuan dibalik keserakahan yang dilakukan.

Selain itu, lagu ini juga menyindir pemerintah untuk serius menyelesaikan kabut asap . Mereka rindu melihat langit yang kembali  biru dan menghirup oksigen yang kembali normal.

Ketua IDI Cabang Pekanbaru, Zul Asdi, mengatakan, para dokter yang bersentuhan langsung dengan pasien merasa prihatin karena sudah banyak korban yang berjatuhan akibat serangan kabut asap, keprihatinan ini, menginspirasi lahirnya lagu melawan asap, dan berharap langit kembali biru dan  oksigen kembali normal.

Lagu sindiran atas keserakahan para pembakar lahan ini, juga diunggah di media sosial, diantaranya youtube dan facebook. Baru beberapa hari di upload sudah banyak mendapat kunjungan.

Dibalik kesibukan mereka sebagai dokter,. ternyata tidak menjadi hambatan untuk melahirkan sebuah karya. Sebuah nyanyian tentang lingkungam tercipta dari rasa keprihatinan melihat  pasien terpapar karena kabut asap.

Semoga saja lagu iniL bisa menggugah nurani terutama bagi para pelaku pembakar hutan dan lahan dan berharap tidak ada lagi kesengsaraan mengancam banyak orang, serta yang tidak kalah penting adalah kesehatan. Hidup sehat tanpa polusi adalah harga mati. (Abmo)