Senin, 10 Desember 2018

IDI Cabang Kampar Jalin MoU dengan PWI Kampar, Guna Tingkatkan Komunikasi, Profesi dan pelayanan

TOPRIAU,KAMPAR - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kampar melakukan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kampar. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi dan penandatanganan ini digelar sebelum pelaksanaan simposium mini dan arisan IDI Cabang Kampar di Stanum Resto, Bangkinang, Sabtu (24/3/2018).

 

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua IDI Cabang Kampar dr.Nur Aisyah.MKes dan Ketua PWI Kabupaten Kampar Akhir Yani. Bahkan disaksikan oleh pengurus dan sekitar ratusan anggota IDI Cabang Kampar, selain itu, turut hadir pada penandatanganan ini Sekretaris PWI Kampar Moly Wahyuni SSi MPd dan Seksi Seni, Budaya, Pariwisata dan Lingkungan, Wowon SIP.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua IDI Cabang Kampar, dr.Nur Aisyah.MKes menyampaikan, MoU ini dilakukan sebagai upaya untuk mensosialisasikan berbagai kegiatan IDI di tengah masyarakat. Selain itu, juga untuk membuka komunikasi dengan masyarakat agar ke depan masyarakat mendapatkan informasi yang lebih jelas tentang profesi dan pelayanan yang diberikan dokter.

 

"Berkaitan kegiatan simposium dan arisan tersebut, kegiatan ini merupakan silaturahim antar anggota sekaligus share informasi terbaru kepada seluruh anggota," katanya.

 

Sementara itu, Ketua PWI Kampar Akhir Yani menyampaikan, terima kasih atas kerjasama yang dijalin antara IDI Cabang Kampar dengan PWI Kampar. Tentunya, ada beberapa poin dalam nota kesepahaman ini yang juga mendukung fungsi dan tugas wartawan seperti kewajiban seorang wartawan melakukan konfirmasi ketika ada sebuah pemberitaan.

 

"Organisasi dan upaya PWI yang terus menerus mendorong verifikasi media maupun uji kompetensi terhadap wartawan agar wartawan yang tergabung di PWI benar-benar kompeten. Verifikasi media juga dalam rangka memerangi berita atau informasi hoax atau bohong, informasi yang bersifat ujaran kebencian yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa," tutur Akhir Yani. (TR)

 

Sumber; cakaplah.com