dr. Romy, Ayo Akhi Khitan Massal Dengan Metode Klamp

TOPRIAU,PEKANBARU - Ayo Khitan Indonesia (Akhi) 2018, berkat kerja sama Klinik Pondok Khitan dan Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Provinsi Riau, diselenggarakan di Masjid Agung An-Nur, Pekanbaru, Ahad (23/12), mengkhitan kurang lebih 300 anak-anak.

 

Ketua Panitia Pelaksana, dr. Romy deviandry SpOT M.Kes AIFO mengatakan Akhi 2018 tersebut bukan hanya ingin berbuat sosial. Namun juga ingin merubah fikiran masyarakat bahwa khitanan masal itu berbahaya. Bahkan untuk Akhi 2018 ini alat dan Dokter spesialis Khitan dari Turki langsung di bawa untuk mensukseskan agenda tahunan tersebut.

 

"Sebelum menjalani proses khitan, pagi hari anak-anak kita ajak konvoi menggunakan mobil, dan alat yang digunakan adalah teknologi terbaru yang bernama klamp. Alatnya sendiri kita datangkan dari Turki, bukan hanya alatnya saka dari Turki. Dokter nya juga dari Turki," ucapnya.

 

Di dalam aula tersebut terdengar jelas lantunan ayat-ayat suci Al Qur-an tidak berhentinya berkumandang dari pengeras suara yang disiapkan oleh panitia.

 

Dibalik lantunan ayat suci Al Qur-an tersebut, terdengar jeritan dan tangisan anak-anak saat menjalani proses Khitan.

 

"Seperti pada umumnya anak-anak ini ada yang sudah takut duluan dan ada juga yang sudah betul-betul berani, Alhamdulillah yang awalnya takut untuk di Khitan kita tenangi terlebih dahulu dan kita hibur dan akhirnya mau juga untuk di khitan,"tambah nya lagi.

 

Dr. Mustafa Demirelli, dokter spesialis Khitan asal Turki tersebut mengatakan keunggulan dari metode Klamp tersebut dapat menimalisir adanya pendarahan yang biasa terjadi saat anak-anak menjalani proses khitan.

 

"Khitan itu prosedur bedah yang umumnya banyak komplikasi yang terjadi. Dan kita harus menghindari komplikasi sekecil apapun yang akan terjadi. Sebenarnya prosedur bedah harus diruang operasi dan karena ini banyak peserta kita bisa menempatkan diluar ruangan. Dan komplikasi seperti pendarahan dan infeksi harus dihindari. Untuk itu menghindari komplikasi harus sesuai standar dari dokter hingga alat," jelasnya.

 

Sementara itu keunggulan dari metode Klamp tersebut hanya membutuhkan waktu 5 menit untuk mengkhitan satu orang anak.

 

"Kalau kita memakai alat biasa bisa mencapai waktu 45 menit. Dan jika menggunakan alat klamp ini hanya membutuhkan waktu 5 menit. Penyembuhan sama dengan seperti yang lain selama satu minggu, namun dengan metode klamp pasien lebih bisa untuk beraktifitas seperti biasa," jelasnya lagi.

 

Akhi 2018 ini adalah yang ke 2 kali setelah pada tahun 2017 lalu Akhi Indonesia juga sudah diselenggarakan dan berhasil mengkhitan 300 anak.

 

"Harapan terutama dalam aspek sosialini Mengutamakan anak yang tidak mampu, Karena untuk metode ini bisa mencapai 1,5 jt perorang Biayanya. Dan khitanan masal ini kita rubah imagenya yang digambarkan diluar asal asalan, tetapi dengan metode ini kita rubah Image dan mainsetnya Khitan Yang

Singkat, Efisien, Efektif dan Tanpa Jahitan," pungkasnya. (TR)