Rabu, 19 Pebruari 2020

Pemerhati Lingkungan Soroti Pencemaran Berasal Dari Saluran Pembuangan Limbah Pabrik PT Ivo Mas

TOPRIAU, DUMAI - Dugaan adanya Pencemaran laut dan kerusakan Ekosistim pertumbuhan pohon bakau yang hidup disekitar lokasi saluran pembuangan milik pabrik PT Ivo Mas Tunggal (Sinar Mas Grup) menuai kritikan dan sorotan pemerhati Lingkungan Kota Dumai.

 

Pasalnya, Saluran pembuangan air PT Ivo Mas Tunggal (Sinar Mas Grup) ini langsung mengarah ke laut, sehinga bisa saja diduga menyebabkan ekosistem pertumbuhan pohon Bakau yang hidup ditepi pantai dan sekitar saluran pembuangan jadi kering dan mati.
Pemerhati Lingkungan kota Dumai, Khadafi menyebut, "seluruh kegiatantersebut berpotensi memunculkan limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun). Meski pada kenyataannya setiap kegiatan pabrik harus  mengantongi izin wajib membuat pengolahan limbah. Kewajiban itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.


"Kita akan turun mangecek serta pengambilan Samvleng limbah yang tergandung dalam lumpur guna memastikan penyebab matinya pohon bakau itu.ujar nya.


Penyebab matinya pohon bakau akibat Limbah B3 atau berbahaya, karena pohon bakau yang setahan itu bisa jadi mati,"kata Khadafi melalui Hp Selulernya saat dikonfirmasi.
Terkait masalah Limbah PT Ivo Mas Tunggal ini, tim pemerhati Lingkungan kota Dumai akan turun langsung kelokasi untuk pengecekan dan melakukan uji sampel dari air dan lumpur yang tercemar.


Jika terbukti perusahaan PT Ivo Mas Tunggal (Sinar Mas Grup) melakukan pembuangan limbah secara terang-terangan, maka perusahaan tersebut dianggap melanggar Undang-undang No.32 Tahun 2009 tentang Lingkungan  dengan ancaman 10 Tahun penjara dan denda 3 Milyar Rupiah dan izin operasional perusahaan juga akan dicabut.
TR/