Rabu, 19 Pebruari 2020

Kehadiran Warung MAMI di Pangkalan Kerinci Pelalawan Dinilai Meresahkan Ada Apa Ya, Ini Keluhan Warga

TOPRIAU, PANGKALAN KERINCI - Kehadiran Warung MAMI yang terletak di Simpang tiga Jalan Arbes dan jalan Genta banyak dikeluhkan warga bahkan kehadiranny sudah meresahkan dinilai berpotensi meningkatkan kenakalan remaja terutama berkaitan dengan  tauran. Warung ini, selain dijadikan Posko Komunitas Remaja Timur juga posisi warung yang punya Wi-fi gratis itu sangat menyalahi aturan dan perda tentang IMB sehingga rentan dengan laka lantas.

Warga Arbes Berinisial A kemaren kepada wartawan mengatakan , dirinya  sangat menyayangkan sikap pemerintah yang melakukan pembiaran terhadap warung MAMI yang terletak di Simpang tiga jalan Arbes dan Jalan Genta  sebagai perkumpulan anak anak bermain Hp dan posko menyusun rencana tauran sesama geng   selain itu posisi warung yang letaknya di persimpangan juga sangat berpotensi  untuk nimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Sementara Samsi warga Dusun Rawa Badak yang setiap hari lewati jalan tersebut belum lma iniu kepada wartawan mengatakan,  bahwa posisi bangunan Warung Mami yang persis di persimpangan  jalur bebas itu sangat mengganggu terhadap pandangan kita saat melewatinya karena kalau kita dari Lintas Timur lewat jalan Arbes  mau masuk Jalan Genta itu pandangan kita ke arah jalan Genta terhalang , apalagi kalau sudah sore hari sampai malam hari tempat tersebut sudah di penuhi  oleh kalangan pelajar SD sampai dengan SMP  bermain game.

“Jadi dalam hal ini pihak terkait agar melakukan pembongkaran terhadap bangunan ini karena selain mengganggu pandangan dalam kelancaran lalu lintas juga sangat berpotensi menimbulkan kenakalan remaja”, tuturnya.

Ditempat terpisah seorang ibu ibu enggan ditulis namanya menuturkan kepada wartawan  dirinya kecewa dengan kehadiran warung MAMI di persimpangan Arbes dan jalan Genta karena posisi tempat itu selain mengganggu lalu lintas juga berpotensi untuk meningkatkan kenakalan remaja di Pangkalan Kerinci ini.

“Dampak dari warung ini sudah saya rasakan, dulunya anak saya patuh dan rajin beribadah malah sekarang berubah menjadi tidak baik bahkan sampai melawan kepada saya yang parah lagi sekàrang ini anak saya sering bawa parang keluar rumah , jadi ini adalah saat satu penghalang program pemerintah Magrib Mengaji dan Layak Anak”, tuturnya.(Ishar )

.