Sabtu, 15 Agustus 2020

Sidang Kasus Karhutla Alot Membuat JPU Lupa Pakai Dasi

TOPRIAU, PANGKALAN KERINCI - Sidang kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan terdakwa PT. SSS   yang di gelar pada Kamis (6/2/20) lalu,   di Pengadilan Negeri Pelalawan dengan agenda  mendengarkan keterangan saksi ahli berlangsung alot.

Empat saksi dihadirkan JPU  masing masing Prof Dr Alfisyahrin SH MH sebagai Ahli Hukum Pidana Lingkungan dari USU Medan,  Prof Doktor Insinyur Bambang Heru MHjK ahli kebakaran lahan   dan Doktor Ir Basuki wasis MSI ahli baku mutu tanah dari IPB Bogor serta Nelson Sitohang SkM Msc PH.

Kealotan serta tingginya semangat JPU dalam persidangan  yang di ketua oleh Bambang Setiawan SH MH  beranggotakan Nurrahmi SH dan Ria Ayu Rosalin SH MH, tanpa disadari atau tidak salah seorang dari empat JPU yang gigih mengajukan pertanyaan kepada saksi ahli dalam persidangan ,lupa memakai dasi dan memasang kancing Toga sehingga saat beraksi bukan dasinya yang terjuntai melainkan buah baju yang warna petak petak, hal demikian akhirnya menjadi perhatian serius bagi pengunjung sidang .

Salah seorang pengunjung berinisial Jhn dan F di ruang tunggu pengunjung mempertanyakan kepada wartawan tentang kostum ayau pakian yang digunakan jaksa tersebut. “Mantap juga sidang di PN Pelalawan  ini   dalam persidangan  pidana JPU nya tidak pakai dasi dan tidak mengancing toganya, apa itu gak melanggar aturan itu pak wartawan”,  terangnya.

Sementara Kasi Pidum Kejari Pelalawan Agus Kurniawan SH MH saat dikonfirmasi via WA menerangkan .selagi Ketua Majelis tidak menegur atau mengingatkan itu tak masalah dan tidak jadi penghalang dalam persidangan namun secara KUHAP  memang ada aturan tentang pakaian dalam sidang dan itu tergantung pada  KM nya saja itu..

Sedangkan Ketua Pengadilan Negeri Bambang Setiayawan melalui Humas PN Pelalawan  Rahmad Hidayat Batubara SH ST MH  saat di konfirmasi menjelaskan kalau itu bukan melanggar kode etik tetapi melanggar pelaksanaan peraturan KUHAP dan sidang bisa berlanjut sepanjang Majelis Hakim tidak menegur yang bersangkutan dan itu bukan penghalang pelaksanaan persidangan  terangnya.( Ishar.D)