Sabtu, 11 Juli 2020

Meresahkan, Warga Minta Pemda Tertibkan Warung di Gerai Makan

TOPRIAU, PANGKALAN KERINCI - Keberadaan warung bertirai warna ungu di eks gerai makan makin hari makin meresahkan  karena para pengunjung dinilai warga tidak bersikap sopan bahkan terkesan sudah mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan yang mana para pengunjung yang datang bermain domino sampai larut malam bahkan sampai subuh membuat warga tak bisa tidur yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Warga beharap Pemerntah Daerah (Pemda) menindak pemilik waŕung  sesuai dengan aturan yang ada serta disesuaikan surat perjanjian antara pedagang dengan pihak pemda.

Sy (35 tahun) salah seorang  warga kepada wartawan menjelaskan bahwa selama wabah virus corona merebak di Pelalawan warga sekitar eks gerai makan diresahkan oleh suara domino dan teriakan dengan kata kata kotor sehingga dari ulah mereka ketenangan warga menjadi terganggu, tidak hanya itu,  kesehatan mereka juga ikut terganggu, karena suara lantunan domino dan tawa besar mereka.

“Yang kita kesalkan selama Bulan Ramadhan seharusnya kita dengarkan suara tadarus malah yang didengar suara pukulan meja teriakan yang disertai tawa terbahak bahak, lebih parah lagi pada malam lebaran kami hanya bisa dengar suara pukulan batu ďomino , suara teriakan dan tawa yang keras,maka dari itu kami berharap pihak terkait memberikan teguran atau menutup ataupun menghentikan aktifitas warung tersebut”, terangnya baru baru ini.

Sementara EW.( 30 tahun) yang tinggal di rumah kontrakan  dekat eks gerai makan mengamini pernyatan dari Sy. Dijelas Ew bahwa dirinya merasa heran bahwa disaat pemberlakuan  Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang salah satunya tidak boleh berkumpul dan memberlakukan jam malam hingga batas pukul 21.00 WIB justru  yang terjadi sebaliknya di eks gerai makan. Para pengunjung  di eks gerai makan ini  sampai pukul 02.00 dini hari masih kedengaran suara teriakan dan tawa keras serta  bunyi lantunan  batu domino.

“Kondisi ini, terkesan PSBB hanya sebatas di mulut saja, anehnya lagi masjid selama bulan puasa tutup tapi warung di gerai makan buka 24 jam”,  terangnya. (ishar.D)