Sabtu, 23 September 2017

BPBD Riau Minta Bantuan Helikopter Pengebom Air Dan TMC

TOPRIAU, PEKANBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau mengajukan helikopter pengebom air dan pesawat teknologi modifikasi cuaca (TMC) ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana.


"Saya hari ini sudah membuat surat kepada BNPB untuk permintaan TMC, kemudian meminta helikopter water bombing serta pendampingan," kepala BPBD Riau, Edwar Sanger di Pekanbaru, Selasa (24/1).

Sebelum mengirimkan surat untuk bantuan helikopter dan pesawat pengebom air, Edwar menjelaskan dirinya telah berkoordinasi terlebih dahulu dengan BNPB.

Terkait berapa jumlah helikopter maupun pesawat TMC yang diajukan, ia mengatakan hal tersebut merupakan kewenangan BNPB. Nantinya, kata Edwar, BNPB akan mengirimkan tim guna mengevaluasi kondisi cuaca dan kebakaran hutan dan lahan di Riau.

Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman resmi menetapkan status siaga darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan 2017. Status siaga itu efektif berlaku selama 96 hari, atau mulai Selasa hari ini hingga 30 April 2016 mendatang.

Andi, sapaan akrabnya menjelaskan penetapan status tersebut sebagai upaya memaksimalkan pencegahan dan penanggulangan secara terpadu bencana kebakaran hutan dan lahan di Riau.

Disinggung soal helikopter pengebom air menyusul penetapan status siaga itu, Andi mengatakan sesuai instruksi Presiden Joko Widodo, helikopter sudah seharusnya disiagakan.

Dan saat ini, kata Andi, di Riau telah disiagakan satu helikopter jenis Bell 412 bantuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (ant/sab)