Sabtu, 23 September 2017

Organisasi Massa dan Nelayan Gelar Demo Pencemaran Laut, Tuntut Izin Pt Naga Mas Dicabut TOPRIAU, DUMAI - Sejumlah organisasi dan elemen masyarakata nelayan mendatangi PT Naga Mas yang berada di kawasan pelabuhan Pelindo 1 Dumai. Rombongan massa aksi ter

TOPRIAU, DUMAI - Sejumlah organisasi dan elemen masyarakata nelayan mendatangi PT Naga Mas yang berada di kawasan pelabuhan Pelindo 1 Dumai. Rombongan massa aksi tersebut berunjuk rasa menuntut terkait insiden pencemaran laut akibat tumpahan minyak milik PT Naga Mas yang tidak mendapatkan teguran dari kementrian lingkungan dan instansi terkait yang mengakibatkan pecemaran laut.

Aksi massa yang menginginkan masuk ke kawasan pelabuhan menjumpai managemen PT Naga Masa ini sempat dihadang puluhan personil kepolisian yang melakukan pengamanan. Sempat terjadi aksi saling dorong ke dua belah pihak kemudian pihak managemen baru bersedia menghadapi massa aksi guna menjaga suasana tetap kondusif.

Dalam orasi massa organisasi dan elemen masyarakat nelayan ini, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Dumai beserta instansi terkait meninjau ulang analisis dampak lingkungan PT Nagamas Palm Oil bahkan jika terbukti bersalah supaya menutup dan mencabut izin operasi PT Nagamas Palm Oil serta perusahaabn pengolah CPO itu, wajib bertanggung jawab atas seluruh insiden tumpahan yang terjadi.

Satrio Wibowo, Kepala Lingkungan Hidup Kota Dumai mengakui terkendala hingga saat ini belum memiliki Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah (PPLHD)  sehingga tugas dan fungsi PPLHD sudah diatur dalam peraturan bersama menteri negara lingkungan hidup dan kepala badan kepegawaian negara nomor 6 dan 9 tahun 2012 tidak dapat bekerja dengan baik. Sementara hasil saat ini masih menunggu hasil uji sample

Sementara pihak perusahaan berjanji akan memeperbaiki kesalahan yang telah mereka perbuat dan mengikuti pemeriksaan dari kementrian lingkungan hidup dan siap menanggung semua akibat kejadian tersebut. Kejadian Crude Palm Oil (CPO) jenis minyak Stearin PT Naga Mas ini tumpah ke laut Dumai terjadi pada Jumat lalu karena pipa penghubung dari tangki ke tangki pecah sehingga menyembur keluar dan tumpah mencemari laut Dumai. Diduga kejadian tersebut akibat kelalaian pekerja di lapangan; Hingga kini tumpahan minyak ini masih dalam proses pemeriksaan kementrian lingkunga hidup dan kesyahbandaran otoritas pelabuhan. (TR/Dekatra)