Sabtu, 23 September 2017

LED Tenaga Surya, "Kampung Terang Hemat Energi"

TOPRIAU,JAKARTA - Philips Lighting pemimpin global di bidang pencahayaan, hari ini mengumumkan akan memperluas instalasi pencahayaan LED tenaga surya kurang lebih di 25 desa yang belum dialiri listrik di seluruh Indonesia. Program 'Kampung Terang Hemat Energi' telah dimulai pada tahun 2015 di sembilan desa yang tersebar di tiga Kabupaten di Sulawesi Selatan.

 

Program 'Kampung Terang Hemat Energi' ini akan menyediakan penerangan untuk rumah dan fasilitas umum seperti Puskesmas, sekolah dan jalan umum di beberapa desa di wilayah Sumatera Utara, Bali Timur, Kalimantan Tengah dan Maluku. Philips Lighting memperkirakan terciptanya 2.886 titik lampu baru, berarti hampir sepuluh kali lebih banyak dari jumlah titik lampu yang diciptakan semula di Sulawesi Selatan.

 

"Kami sangat senang dapat menolong lebih banyak lagi masyarakat dengan menjembatani kesenjangan pencahayaan antara kota dan wilayah pedesaan melalui  program ‘Kampung Terang Hemat Energi’,” ujar Rami Hajjar, Country Leader Philips Lighting Indonesia. Kamis (3/8)

 

Pencahayaan akan membantu meningkatkan kehidupan masyarakat, memampukan kegiatan sehari-hari seperti belajar atau pekerjaan rumah tangga lainnya untuk dapat dilakukan bahkan setelah matahari terbenam. Puskesmas dapat beroperasi dengan layak dalam keadaan darurat di malam hari dan mobilitas masyarakat serta barang tidak lagi terbatas hanya pada siang hari.

 

"Kami menerapkan komitmen global perusahaan ini untuk menciptakan kehidupan yang lebih terang untuk dunia yang lebih baik, termasuk di dalamnya, kehidupan masyarakat di desa-desa terpencil di seluruh negeri," ujarnya.

 

Untuk setiap desa terpilih, program 'Kampung Terang Hemat Energi' memberikan paket pencahayaan LED tenaga surya Philips yang inovatif, terdiri atas Solar Indoor Lighting System lengkap dengan panel surya, Philips LifeLight yang 10 kali lebih terang dari lampu minyak tanah, dan Solar LED Road Light untuk menerangi jalan-jalan di desa pada malam hari. Tahun ini, program akan diawali dengan menjangkau enam desa di Sumatera Utara.

 

Sementara itu, Data di tahun 2016 menunjukkan bahwa di Indonesia, sekitar 12.000 desa yang mencakup lebih dari 30 juta jiwa belum memiliki akses listrik. Desa-desa ini mengandalkan sumber pencahayaan yang menggunakan minyak tanah dan lilin sehingga penduduknya rentan terhadap bahaya kesehatan, keselamatan dan lingkungan.

 

Sebagai pemimpin global di bidang pencahayaan, Philips telah merevolusi pencahayaan selama lebih dari 125 tahun dengan mengutamakan pelanggan sebagai pusat dari setiap inovasinya dan meningkatkan kehidupan masyarakat, baik mereka yang tinggal di kota maupun di daerah pedalaman. Sejak penemuan pencahayaan tenaga surya, fokus perusahaan adalah untuk menyediakan sistem pencahayaan, di dalam dan di luar ruang, denganmengandalkan energi terbarukan alami seperti sinar matahari.

 

Khususnya di negara tropis seperti Indonesia, tentunya memiliki kesempatan besar untuk memanfaatkan tenaga surya sebagai sumber pencahayaan. Pencahayaan LED tenaga surya Philips  memiliki konsumsi daya yang sangat rendah dan mudah untuk dipasang.

 

“Sistem pencahayaan kami menyimpan tenaga surya di siang hari. Pada malam hari, sistem ini secara efisien mengeluarkan tenaga listrik untuk menyalakan bohlam LED berdaya rendah, baik untuk penggunaan di dalam maupun luar rumah. Program ‘Kampung Terang Hemat Energi’ ini merupakan bukti komitmen kami dalam mewujudkan pencahayaan lebih dari sekadar penerangan bagi masyarakat yang kurang beruntung," tambah Rami. (TR/Rls)