Jumat, 22 September 2017

Penegakan Sanksi terhadap PT Nagamas Terkesan Lamban

TOPRIAU.DUMAI - Pasca Pencemaran laut Dumai akibat tumpahan minyak milik PT Nagamas Palm Oil Lestari penegakan sanksi terhadap perusahaan pengolah cpo tersebut terkesan lamban. Proses dugaan pelanggaran pihak perusahaan sudah ditangani aparat kepolisian resort Dumai dengan pemeriksaan terhadap enam orang saksi satu diantaranya termasuk staf ahli dari Kemnetrian Lingkungan Hidup(LHK)

Kejadian tumpahan minyak ini banyak mendapat kritikan dan perhatian elemen masyarakat kota Dumai.sejauh ini, hasil pemeriksaan akibat tumpahan minyak milik PT Nagamas belum keluar baik dari Kepolisian maupun Kementrian Lingkungan Hidup.

Menurut Kepala Seksi Wilayah II Balai Sumatera Pengamanan dan Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Edward Hutapea mengatakan, sanksi sudah disampaikan oleh Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) selaku pemberi izin sesuai kewenangannya. “Karena DLH selaku pihak yang memberi izin, sesuai dengan peraturan menteri LH nomor 9 tahun 2010, untuk menjatuhkan sanksi ada pada mereka, kita selaku KLHK pusat tinggal mengawasi pelaksanaannya,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Dumai, Satrio Wibowo belum bisa menyampaikan hasil dari proses pemeriksaan dilapangan.

Kejadian tumpahan minyak yang berungkali tejadi ini, menjadi perhatian dan proses nya dikawal terus sejumlah elemen masyarakat seperti massa yang tergabung dalam APLD yang terdiri dari KNPI , Karang Taruna Pekat IB, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Gamki, Gammat, GMKI, Brigeez,

Meminta instansi terkait menangani secara serius agar tidak terjadi lagi tumpahan minyak yang mengakibatkan pencemaran lingkungan dan merusak ekosistem kehidupan laut.

sebelumnya, masa menggelar demonstran ke perusahaan PT  Nagamas yang beroperasi di kawasan pelabuhan Plindo 1 Dumai, senin (31/7), massa menuntut pencemaran yang terjadi akibat tumpahan minyak milik PT Nagamas Palm Oil Lestari meminta perusahaan tersebut ditindak dan diberikan sanksi tegas karena sudah mencemari laut Dumai. Tumpahan minyak mentah crude palm oil milik PT Nagamas Palmaoil Lestari di kawasan dermaga Portkala dan Dermaga B Pelindo I Dumai. Diduga terjadi akibat unsur kelalaian saat pengisian ke tanki dan penanganan tumpahan minyak itu tidak sesuai standar operasi. (TR/Dekatra)