Sabtu, 23 September 2017

Pembangunan Drainase Dianggarkan 35 Miliar, Tapi Jalan Lintas Timur Sering Digenangi Air

TOPRIAU, PANGKALAN KERINCI - Beberapa kalangan mempertanyakan tentang pembangunan Drinase di Kota Pangkalan Kerinci yang menelan biaya 35 Miliar. Dana yang cukup besar tersebut tidak diimbangi dengan kualitas pekerjaan, kondisi ini terlihat setiap hujan turun di Jalan Lintas Timur selalu di genangi air.

Menurut salah seorang warga Pangkalan Kerinci  yang enggan dituliskan namanya kepada wartawan mengatakan, dirinya merasa heran karena pemerintah sudah menganggarkan dana pembangunan  yang sangat besar hingga mencapai Rp 35 Miliar namun hasilnya jauh dari harapan.

"Dana pembangunan drainse di Pangkalan Kerinci sangat besar tapi kok  masih banyak genangan air di Jalan Lintas Timur bahkan sampai ke gang gang kecil, apa dananya kurang atau pelaksanaan proyeknya bermasalah", jelasnya.

Dirinya mempertanyakan, kalau pelaksanaannya yang salah itu tanggung jawab siapa tapi kalau dana tak cukup itu lain hal lagi. "Dengan kondisi seperti ini kesannya pemda gagal dalam melaksanakan pembangunan", tuturnya.

Sementara Nazaruddin SH MH dalam paparannya pada acara temu ramah dengan veteran ormas, tomas, tokoh agama pada hari Kamis ( 17/8/)  di Balai Seminai, menerangkan bahwa pemda sudah menganggarkan dana untuk Drinase di Kota Pangkalan Kerinci sebesar Rp 35 M dan itu sudah kita setujui dan disahkan namun tidak terealisasinya anggaran ini dengan baik bukan kesalahan pemda tapi itu ulah pihak ketiga karena pelaksanaan pembangunan drinase itu harus dikerjakan oleh pihak ketiga.

"Jadi terkendalanya suatu proyek di daerah kita ini adalah kesalahan dari pihak ketiga",Tutur Nazar.

Sementara  Bupati Pelalawan HM Harris dalam menjawab pertanyaan tomas dan ormas tentang drinase hanya menjawab untuk membangun daerah ini yang kita butuhkan kebersamaan terangnya.(TR/Tim)