Memasuki Bulan Kedua, BBKSDA Masih Cari Cara Tangkap Harimau Pemangsa

TOPRIAU, PEKANBARU – Meski telah memasuki bulan ke dua, langkah pencarian harimau pemangsa salah seorang pekerja pabrik di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir terus dilakukan. Berbagai opsi sudah dilakukan untuk menangkap satwa liar tersebut.

Bahkan, tim rescue yang sudah turun dilakukan telah menganalisis berbagai kemungkinan. Salah satunya mengenai perubahan tingkah laku (inhabituasi) yang membuat satwa tersebut kerap mendekat kepada manusia dan aktifitas manusia pemukiman.

Humas Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, Dian Indriati mengatakan pihaknya terus melakukan upaya-upaya untuk menangkap satwa yang sempat menarik perhatian tersebut. Begitu juga dengan melakukan evaluasi untuk memaksimal upaya penangkapan di lokasi.

"Upaya terus kita maksimalkan. Memang dari analisa perilaku harimau yang cenderung menghindari Box Trap. Namun kali ini box trap terbuat dari bahan alami seperti kayu dan sejenisnya, agar hasilnya dapat lebih maksimal," tuturnya, Minggu (10/2/2018).

Perubahan tingkah laku harimau tersebut telah menjadi bahan utama pembahasan tim rescue yang berada di lokasi. Untuk itu, langkah antisipasi diperlukan guna mengantisipasi kontak langsung dan konflik lanjutan yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.

Untuk itu diperlukan upaya antisipasi dan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat sekitar. Diharapkan dalam waktu dekat satwa liar tersebut sudah dapat dievakuasi.(TR/MCR)