Jumat, 21 September 2018

Menjaga Kelestarian Hutan di Bibir Sungai Subayang

TOPRIAU - Provinsi Riau dikenal dengan kekayaan sumber daya alam (SDA)nya. Salahsatu yang patut dibanggakan adalah keberadaan hutan yang ada di sepanjang Sungai Subayang Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, dimana hutan hutan disini masih tumbuh dengan subur dan belum terjamah oleh tangan tangan jahil.

Hutan merupakan salahsatu aset  yang selama ini, menjadi kebanggan  bumi Lancang Kuning. Kehadirannya menjadi  sangat penting bagi kehidupan  karena memiliki banyak fungsi.

Diantara fungsi hutan tersebut, adalah sebagai pengendali bencana, tempat penyimpanan air, menyuburkan tanah, mengurangi polusi  dan pencemaran udara, bahkan juga berfungsi sebagai paru paru dunia.

Namun kebanggan tersebut dalam beberapa tahun terakhir mulai terkisikis menyusul maraknya pembalakan liar. Disamping itu, ramainya perusahaan dan masyarakat membuka lahan perkebunan kelapa sawit, juga menjadi penyebab hutan yang selama ini tumbuh subur berangsur punah.

Tragisnya lagi, hutan yang selama inimenjadi salahsatu kebanggaan, justru menjadi malapetaka  karena maraknya pembakaran dibeberapa wilayah di Provinsi Riau, sehingga menimbulkan kabut asap yang melumpuhkan hampir segala aktivitas, mulai dari ekonomi, pendidikan dan  kesehatan. Bahkan kabut asap yang terjadi beberapa tahun yang lalu juga mengangancam nyawa masyarakat.

Namun dibalik terkikisnya hutan Riau ini, masih ada sejumlah wilayah di Provinsi Riau yang mempertahankan hutannya, salahsatu diantarantaranya hutan yang berada di Kecamatan Kampar Kiri Hulu.

Disini, selain memiliki sungai yang sangat jernih dan  keindahan alam yang memesona, hutannya juga masih terlihat rimbun dan masih perawan serta terhindar dari jamahan tangan tangan jahil.

Di Sepanjang Sungai Subayang ini, terlihat pepohonan hijau dan rindangnya sehingga membuat  suasana menjadi sejuk. Keberadaan hutan ini, menambah sempurnanya  keindahan alam.

Menurur Kepala Desa Aur Kuining, Damri, keasrian hutan di lokasi ini, karena masyarakat di sepanjang Sungai Subayang yang terdapat delapan desa, memiliki komitmen untuk menjaga dan melestarikah hutan.

"Kami selalu mengimabu dan mensosialisasikan kepada masyarakat betapa pentingnya menjaga kelestarian alam.Salahsatu diantaranya tidak diperbolehkan membakar hutan dan ladang berpindah pindah", jelas Kades Aur Kuning, Damri.

Pernyataan Kades Aur Kuning ini,mendapat sokongan dari Camat Kamar Kiri Hulu, Tommi Fernandes.Menurutnya, pihak kecamatan selain berkoordinasi dengan pejabat terkait, juga mengimbau kepada  masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan. Selain itu akan menindak oknum oknum yang melakukan ilegal loging dengan cara melaporkan ke pihak berwajib.

"Kami selalu berkoordinadi dengan aparat terkait untuk mensosialisasikan untuk menjaga alam dan melarang pembakaran hutan. Jika terdapat oknum yang terlibat baik pembakaran dan ilegal loging akan kami tindak dengan melaporkan ke polisi, jelas Tomi baru baru ini.

Terpeliharanya keasrian hutan di sepanjang Sungai Subayang ini, memerlukan komitmen semua pihak untuk ikut menjaga dan melestarikan hutan. Jika ini komitmen ini terus dipertahankan maka manfaatnya akan bisa dirasakan. (TR/Abmo)