Pengembangan Ekosistem Gambut dan Ekonomi Masyarakat Jadi Prioritas di Meranti

TOPRIAU, SELATPANJANG - Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Fuad berjanji akan menjadikan Kepulauan Meranti sebagai salah satu daerah prioritas di Indonesia dalam pengembangan ekosistem Gambut dan Pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Hal itu dikatakan Nazir Fuad dalam acara ramah tamah Pemkab Kepulauan Meranti dan BRG RI dan jajaran serta para peneliti gambut, bertempat di Hall Hotel Indo Baru, Jalan Diponegoro, Selatpanjang, Rabu malam 14 Maret 2018.

"Kita akan menjadikan Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai prioritas utama program BRG RI, yang eksekusinya akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Riau melalui tugas pembantuan," ujar Kepala BRG RI Nazir Fuad.

Diakuinya, sejak 2017 lalu institusi yang dipimpinnya telah bekerja membangun 8 ribu infrastruktur dan menyalurkan 100 paket ekonomi kepada daerah berekosistem Gambut di Indonesia. Sedangkan di tahun 2018 ini akan bekerja lebih banyak lagi, memanfaatkan dana APBN dan sumber dana Internasional dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat dan membangun infrastruktur pendukung.

Khusus di Kepulauan Meranti, BRG RI akan membangun infrastruktur Sekat Kanal dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan mengembangkan potensi unggulan seperti perkebunan Sagu, Kopi hingga sektor Perikanan.

Seperti yang pernah disampaikan beberapa waktu lalu, BRG RI juga akan membangun Laboratorium Gambut Internasional di Kepulauan Meranti yang dapat dimanfaatkan oleh para peneliti dan masyarakat dalam rangka pengelolaan ekosistem Gambut.

Yang tak kalah penting pula diakui Nazir Fuad, pengelolaan ekosistem Gambut yang dilakukan oleh BRG RI, dilakukan dalam upaya menekan terjadinya Hot Spot dan Kabut Asap di daerah berekosistem Gambut.

"Di tahun 2017 lalu Hot Spot turun drastis, kita berharap di tahun 2018 ini dapat terus ditekan agar tidak terjadi bencana kabut asap, apalagi Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games, oleh karena itu kita harus menjaganya," ucap Nazir Fuad.

Dalam menekan terjadinya Karhutla di lahan Gambut, Nazir Fuad meminta kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kedepan pihaknya akan menerapkan teknologi baru yang diyakini lebih baik dalam meningkatkan kesuburan tanah, dan teknologi ini juga akan diterapkan di Kepulauan Meranti yang diyakini akan mengurangi resiko kebakaran dan mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kepala BRG RI, juga akan berupaya untuk mengembangkan potensi komoditi Sagu di Kepulauan Meranti, yang akan dilakukan oleh Tim yang diketuai oleh Deputi IV BRG RI, Harris Gunawan.

Pada kesempatan itu, Kepala BRG RI Nazir Fuad, mengaku akan membawa permasalahan Gambut di Indonesia khususnya Kepulauan Meranti, dalam pertemuan Internasional pengelolaan ekosistem Gambut yang tak lama lagi akan digelar.

"Segala yang kita temui di lapangan dan masukan dari masyarakat akan kita tampilkan dalam pertemuan Internasional pengelolaan ekosistem Gambut," ujarnya.

Menyangkut hal itu, Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir, mengucapkan terima kasih atas berbagai kegiatan yang telah dilakukan BRG RI, yang secara nyata dapat dinikmati oleh masyarakat dalam rangka mengurangi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Kedepan, Bupati berharap hal itu terus berlanjut sehingga kerja nyata itu benar-benar dapat dinikmati masyarakat khususnya masyarakat miskin di Kepulauan Meranti.

Untuk kegiatan tahun 2018, Bupati Kepulauan Meranti berharap segera dilaksanakan untuk mengantisipasi terjadinya Karhutla, apalagi saat ini sudah mulai memasuki cuaca ekstrim.

"Kita harapkan kegiatan BRG RI ini segera dilaksanakan, makin cepat makin baik sehingga dapat mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di saat cuaca ekstrim saat ini," ucap Bupati.

Agar program yang dijalankan BRG RI dapat berjalan dengan baik, Bupati juga menekankan perlunya koordinasi dan komunikasi yang baik dilapangan, untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.

"Agar tidak terjadi miskomunikasi lakukan koordinasi yang baik dengan berbagai pihak dilapangan sehingga program yang baik itu bisa berjalan sesuai harapan," papar Bupati Kepulauan Meranti.

Bupati juga menekankan Pemkab Kepulauan Meranti siap kapan saja memberikan dukungan terhadap BRG RI dalam melaksanakan programnya. "Jika perlu dukungan silahkan beritahu," ucap Bupati Irwan.

Sekedar informasi, dalam pertemuan itu juga dihadiri Ketua DPRD Fauzi Hasan, Sekretaris Daerah Yulian Norwis, Kapolres AKBP La Ode Proyek, Kasi Pidum Kejari Franky Indra, Deputi 2 BRG RI Alue Dononh dan Deputi 4 BRG RI Harris Gunawan, para ilmuwan dan peneliti, pejabat di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti dan unsur tokoh masyarakat. (TR//MCR)