Kasus Eksploitasi Anak di Pekanbaru Menjamur, Plt Wali Kota Minta OPD Bergerak Cepat

TOPRIAU, PEKANBARU-- Plt Wali Kota Pekanbaru H. Ayat Cahyadi, S.Si meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait dengan penanganan anak bekerja sama dengan Forum Wartawan Kota Layak Anak (FW-KLA) bertindak cepat untuk menangani tingginya kasus eksploitasi anak di Pekanbaru.

Lajunya perkembangan metropolitan yang tak pelak menimbulkan pengaruh diberbagai aspek, dapat merubah situasi kearifan lokal yang memaksakan bagi segelintir oknum untuk memanfaatkan keadaan tersebut.

"Innalillah, ini musibah yang terus menerus terjadi di tengah kita. Kasus eksploitasi anak di Kota Pekanbaru seakan seperti jamur yang tumbuh di musim semi. Saya minta OPD terkait terus lakukan penanganan dan pencegahan. Apalagi sekarang sudah dibentuk Forum Wartawan Kota Layak Anak, dan saya kira ini bisa disinergikan," ujar Plt Wali Kota, Senin (2/4).

Munculnya permintaan Plt Wali Kota  tersebut terjadi karena adanya beberapa kasus eksploitasi anak yang ditemukan di Pekanbaru. Seperti adanya anak di bawah umur yang dipekerjakan menjual koran orangtuanya belum lama ini.

Kondisi tersebut tentu mengundang banyak spekulasi dari berbagai pihak tentang bagaimana Pemerintah Kota dapat berperan aktif dan memberi perhatian terhadap kasus ini.

Seperti yang disampaikan Ketua Forum Wartawan KLA Kota Pekanbaru Hendri Zainuddin, usai melakukan rapat tentang percepatan Kota Layak Anak yang digelar di ruang rapat Wali Kota,  bahwa kejadian eksploitasi dan maraknya gepeng di Kota Pekanbaru ini perlu adanya perhatian serius dari pemangku kepentingan. Seperti Dinas Sosial dan Satuan Polisi Pamong  Praja yang setidaknya saling bersinergi menyisingkan lengan baju untuk merespon positif dan melakukan rencana aksi.

"Dari kacamata media, kasus ini seperti kasus yang tidak lagi menjadi klasik. Bahkan sudah sering juga digaungkan. Persoalannya sekarang adalah aksi dan langkah nyata. Nah, kami dari Forum Wartawan KLA mendukung dan membantu agar persoalan ini dapat diselesaikan. Namun kami juga perlu ada sinergi yang tercipta dari OPD Pemerintah Kota dalam mengambil penanganan dan langkah-langkah pencegahan tentang kasus eksploitasi dan sosial ini ," ujar Hendri. (TR/Kominfo).