Cegah Banjir, Karang Taruna Kelurahan Rejosari Turunkan Alat Berat

TOPRIAU,PEKANBARU - Permasalahan banjir setiap memasuki musim penghujan, sudah menjadi momok menakutkan bagi 50 Keluarga di daerah RT05 RW11 Kelurahan Bambu Kuning Kecamatan Tenayan Raya selama puluhan tahun.

Untuk mencegah banjir tersebut, Karang Taruna Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, turunkan alat berat membuat parit dan Kolam Ikan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh ketua RT05 RW11 Kelurahan Bambu Kuning, Yuharniati mengatakan, apabila curah hujan tinggi di kota bertuah ini, areal pemukiman dan akses Jalan Perkasa V selalu banjir. Bahkan, salah satu penyebab banjir dikarenakan akses pembuangan air tidak lancar dan parit yang ada tidak memadai menampung tonase air yang cukup besar.

Selain itu, setiap kali Musyawaran Perencanaan Pembangunan (musrembang) di kelurahan selalu berjuang meminta agar akses jalan dan parit di pemukiman warga dapat menjadi prioritas pembangunan, karena sudah tidak pantas di tengah kota masih ada akses jalan yang belum diaspal. Sementara gang-gang di kota pekanbaru hampir semuanya sudah di semenisasi, bahkan di aspal oleh pemerintah kota pekanbaru.

"Kami sangat beruntung memiliki pemuda-pemuda tangguh di kelurahan ini yang tergabung dalam Organisasi Karang Taruna Rejosari dan di ketuai Widde Munadir Rosa. Perlahan namum pasti, permasalahan air tergenag di kampung ini berkat karang taruna akhirnya teratasi meski belum 100 persen," katanya. Kamis (12/4)

Selain itu, ini merupakan andil karang taruna berkerjasama dengan pengusaha muda William Adersen Napitupulu yang juga merupakan pengurus Partai Hanura untuk mendatangkan alat berat dan membuat parit seluas 400 meter.

"Berkat galian parit menggunakan alat berat tersebut, dimana air masih mengenangi akses jalan setinggi semata kaki. Namun, setelah selesai penggalian parit, Alhamdulillah air yang tadinya di jalan sudah tidak tampak lagi," tutur Iwan Ketua pemuda RT05.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kelurahan Rejosari, Widde Munadir Rosa mengatakan, permasalahan banjir di Kota Pekanbaru terutama di wilayah Kecamatan Tenayan Raya, saat ini disebabkan kurangnya sumur-sumur resapan dan tidak lancarnya air yang disebabkan tonase air banyak tidak berimbang dengan volume parit tidak cukup.

Untuk menyikapi permasalahan banjir yang selalu melanda di RT05 RW11 ini, Karang Taruna membuat parit yang cukup panjang menuju sungai Sail dan sumur resapan berupa kolam ikan dan Kolam Pancing dan akan digunakan kelompok tani pemuda Madani Berkarya Pekanbaru untuk melakukan usaha budidaya ikan dan pertanian, peternakan hingga wisata alam yang bertujuan bisa memenuhi kebutuhan komsumsi ikan, wisata bagi masyarakat kota pekanbaru

"Karang Taruna sangat berterimakasih kepada donatur, RT, RW, lurah bambu kuning Abdullah dan camat Tenayan Raya Abdurrahman pengusaha muda William Adersen Napitupulu, rela berkorban memberi bantuan alat berat. Dan akhirnya parit warga dan kolam ikan dapat terwujut," ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh, William Adersen Napitupulu mengatakan, semangat pemuda-pemuda disini terutama karang taruna sungguh luar biasa, mereka rela mengerok uang pribadi demi kepentingan masyarakat banyak.

"Untuk itu dirinya siap memberikan sumbangan moral dan moril kepada masyarakat demi kepentingan bersama untuk mensejahterakan rakyat," tutup William (TR/Rls)