Jumat, 16 November 2018

Sidang Kasus Satwa Langka, Saksi Ahli Akui Trenggiling Termasuk Hewan Dilindungi

TOPRIAU, PANGKALAN KERINCI - Saksi ahli yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari BKSDA Prof Riau dalam persidangan yang dipimpin oleh Ketua PN Pelalawan Nelson Angkat SH MH dan Andry Eswin soegandi Oetara SH MH bersama Rahmad Hidayat Batubara SH ST MH hanya memaparkan tentang kapasitas Trenggiling  sebagai hewan dilindungi dan larangan untuk memelihara dan memperjual belikan.

Saksi ahli yang enggan ditulis namanya dalam perasidangan menjelaskan bahwa Trenggiling adalah termasuk hewan langka dan dilindungi ,jangankan diperjual belikan di pelihara saja tidak boleh kecuali ada izin dari BKSDA,selain itu juga saksi ahli menjelaskan kelangkaan Trenggiling ini dikarenakan perkembangan keturunannya sangat lambat itupun kalau dia melahirkan tidak bisa kembar.

"Terkait dengan kesaksian ini saya hanya menyampaikan kesaksian sesuai dengan keahlian saya ,jadi tentang keterlibatan terdakwa itu kewenangan penyidik", terangnya .

Sementara JPU Himawan Aprianto Saputra SH saat dikonfirmasi usai persidangan menjelaskan bahwa keterangan saksi sudah cukup bahan kita untuk membuat rentut yang insya Allah minggu depan akan kita bacakan ,dalam persidangan sudah ada titik terang dalam kasus ini sesuai dengan fakta persidangan terangnya .


Sementara terdakwa M Ali tidak membantah keterangan saksi ahli ,dan disaat pemeriksaan terdakwa   tidak mengakui bahwa dirinya memperjual belikan trenggiling dan ikut sebagai pemodal sebagaimanadiungkapkan oleh Ali dalam persidangan.(ishar.D)