Diskes Temukan 151 Kasus DBD di Pekanbaru

TOPRIAU, PEKANBARU - Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mencatat hingga bulan Juni 2018 , setidaknya ada sebanyak 151 orang di Pekanbaru yang terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Dari angka tersebut, dua orang meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Kota Pekanbaru Gustiyanti, mengatakan sebanyak 151 orang yang terjangkit DBD terdiri dari 12 Kecamatan yang ada di Kota Pekanbaru.

"Hingga Juni lalu, dari 12 Kecamatan yang ada di Pekanbaru, Tenayan Raya menjadi penyumbang terbanyak kasus dengan 27 korban terjangkit DBD," kata Yanti, Jumat (6/7/2018).

Yanti menambahkan, untuk kecamatan lainnya, Kecamatan Payung Sekaki menjadi daerah kedua terbanyak yang menderita DBD. Dengan total ada sebanyak 26 korban DBD.

Sedangkan Kecamatan Pekanbaru Kota menjadi satu-satunya daerah yang menimbulkan korban jiwa akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut.

"Dua orang yang meninggal tercatat berasal dari Kecamatan Pekanbaru Kota. Satu orang meninggal di pekan 14 dan satu orangnya lagi meninggal di pekan 21," ungkapnya.

Namun meskipun telah menelan korban jiwa, Gustiyanti mengklaim jumlah penderita tahun 2018 terutama hingga Juni lebih sedikit ketimbang tahun 2017 lalu.

"Jika dibandingkan tahun lalu, hingga bulan Juni 2017 tercatat ada sebanyak 370 kasus. Sementara tahun ini baru ada 151 kasus DBD di Pekanbaru. Ini jelas menurun," pungkasnya.

Berikut jumlah kasus DBD di Pekanbaru hingga pekan 26


- Kecamatan Sukajadi 8 kasus,
- Kecamatan Senapelan 10 kasus,
- Kecamatan Pekanbaru Kota  kasus,
- Kecamatan Rumbai Pesisir 7 kasus,
- Kecamatan Rumbai 3 kasus,
- Kecamatan Limapuluh 7 kasus,
- Kecamatan Sail 2 kasus,
- Kecamatan Bukit Raya 15 kasus,
- Kecamatan Marpoyan Damai 15.       kasus,
- Kecamatan Tenayan Raya 27 kasus,
- Kecamatan Tampan 24 kasus,
- Kecamatan Payung Sekaki 26 kasus.(TR/MCR)