Minggu, 19 Agustus 2018

Kepala BPBD Riau Keluhkan Karhutla, Lokasi Masih Sama Itu-itu Saja

TOPRIAU, PEKANBARU - Kepala BPBD Provinsi Riau, Edwar Sanger mengeluhkan soal lokasi lahan terbakar di Riau, sebagian besar terjadi di wilayah yang sebelumnya juga pernah mengalami masalah Karhutla.

Hal ini diungkapkan Edwar Sanger, Senin, 16 Juli 2018 di Pekanbaru. Dia mengatakan, misalnya di wilayah Samsam, perbatasan Dumai dan Bengkalis.

Wilayah ini sebelumnya sudah sempat mendapat penanganan serius oleh Tim Satgas Karhuta Riau karena jumlah lahan yang terbakar cukup luas. "Kami sudah pantau semua. Dan lahan yang terbakar itu-itu saja. Misalnya di Samsam itu, paling lokasinya hanya bergeser sedikit," katanya.

Dalam catatan BPBD Riau memang ada 3 daerah yang dianggap berada pada zona rawan Karhutla sepanjang 2018 ini. Daerah itu berada di bagian pesisir Riau, seperti Rohil, Rohul dan Dumai.

Edwar menyebut durasi panas di wilayah ini cukup lama. Selama Juli 2018 sudah hampir 10 hari tidak diguyur hujan. Sementara untuk wilayah dengan permukaan gambut luas, jika tidak diguyur hujan dalam waktu seminggu saja, potensi Karhutla meningkat di atas 70 persen.

"Sejauh ini memang hanya langkah antisipasi yang bisa kami lakukan. Terutama untuk wilayah dengan tingkat potensi Karhutla tinggi. Apalagi beberapa hari belakangan cuaca cukup panas. Sehingga permukaan gambut yang mengering kemungkinan meluas," sambungnya.

BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi kemunculan titik panas (hotspot) sebanyak 76 titik pada level confidence di atas 50 persen. Sebanyak 76 titik hotspot itu tersebar diseluruh wilayah di Sumatra, pada hari ini, Senin 16 Juli 2018.

Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sukisno menjelaskan, Riau merupakan daerah dengan sumbangan hotspot terbanyak, yakni sampai 17 titik pada level confidence di atas 50 persen. Sedangkan 12 diantaranya berada pada level confidence di atas 70 persen.

"17 titik panas di Riau terdeteksi di 6 kabupaten/kota. Yakni Kampar titik, Dumai 2 titik, Rohil 6 titik, Rohul 5 titik, Siak 1 titik dan Kepulauan Meranti 1 titik panas (hotspot)," katanya.

Dia menambahkan dari 17 hotspot itu, ada 12 titik berada pada level confidence di atas 70 persen (perkiraan titik api), terdapat di 5 daerah di Riau, diantaranya Kampsr 1 titik, Dumai 2 titik, Rohil 5 titik, Rohul 3 titik dan Siak 1 titik.

Sementra daerah penumpang hotspot di Pulau Sumatera, terdapat 9 daerah yang terpantau menyumbang hotspot hari ini. Diantarnya Aceh 11 hotspot, Sumbar 8, Sumsel 12, Sumut 9, Jambi 9, Bengkulu 1, Babel 4, Lampung 5 dan Riau 17 hotspot.(TR/MCR)