Selasa, 18 Desember 2018

Staf Kepresidenan Panggil Gubri Bahas Karhutla

TOPRIAU, PEKANBARU - Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko hari ini panggil sejumlah daerah yang rawan terkena Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), termasuk diantaranya Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.

Sejumlah kepala daerah yang dipanggil tersebut, siang ini diminta memaparkan kondisi terkini soal Karhutla yang dalam beberapa hari lalu sempat terdeteksi banyak bermunculan.

"Ya siang ini, ada undangan dari Kepala Staf Kepresidenan membahas Karhutla. Rapat ini tak hanya Riau ada beberapa provinsi lainnya. Kita akn sampaikan data apa adanya bagaimana usaha kita menekan hotspot," kata Gubernur Riau yang akrab disapa Andi Rachman, Rabu (25/7/18).

Ada pun pertemuan ini digelar di ruang rapat Kepala Staf Kepresidenan di Jakarta. Undangan pemanggilannya sendiri sudah diterima beberapa hari lalu.

Diakui Andi, beberapa hari sebelumnya, banyaknya bermunculan hotspot di sejumlah daerah di Riau. Yakni pada Selasa sore pekan lalu, sempat terdeteksi 61 hotspot. Pada hal pagi dihari yang sama terdeteksi 29 hotspot.

Sehari kemudian pada Rabu 18 Juli, hotspot kembali bertambah menjadi 80 titik. Hotspot terbanyak 42 titik di Rokan Hilir, Dumai 16 titik, Bengkalis 10 titik, Meranti 1 titik, Rohul 2 titik, Pelalawan 5 titik, Siak 4 titik.

Meski begitu menurut Andi, dalam beberapa hari terakhir, titik-titik panas tersebut sudah berhasil diminimalisir. Harus diakui, semuanya berkat kerja keras tim yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Riau.

"Hotspot sebelumnya sempat banyak terdapat di beberapa daerah, sekarang sudah bisa ditekan. Ini berkat kerja keras tim Satgas. Baik udara mau pun darat," ujar Andi.

Ada pun luasan lahan yang terbakar di Riau terhitung 14 Januari sampai sekarang sudah mencapai 2.006,91 hektar. Karhutla terparah di Meranti seluas 898,31 hektar, Bengkalis 357,5 hektar, Rokan Hilir 165,25 hektar, Dumai 140,5 hektar, Siak 131,5 hektar, Indragiri Hulu 128,5 hektar, Pekanbaru 44,6 hektar, Kampar 21,75 hektar, Pelalawan 86 hektar, Indragiri Hilir 31 hektar.

Andi sendiri kemarin, Selasa (24/7/18) menyempatkan melakukan pemantauan ke sejumlah titik bahkan hingga ke perbatasan Rokan Hilir dan Sumatera Utara yang sebelumnya terindikasi terjadi Karhutla.

Pemantauan dilakukan menggunakan helikopter bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger. Ada pun dari hasil pemantauan tersebut diantaranya akan dilaporkan kepada Kepala Staf Kepresidenan.

"Kita meninjau sampai ke perbatasan antara Rokan Hilir dan Sumatera Utara sana. Sudah banyak berhasil dipadamkan, titik apinya juga sudah tak terlihat. Ini diantaranya yang akan kita laporkan kepala Staf Kepresidenan," papar Andi.(TR/MCR)